RADAR SURABAYA – Sebuah video TikTok ‘house tour’ viral di media sosial saat diketahui bahwa sang pemilik akun, Resti Febrianti, ternyata adalah korban dari aksi perampokan serta penganiayaan yang terjadi di rumahnya di Desa Cimayangsari, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, pada Rabu, 18 September 2024 lalu.
Resti adalah seorang ibu rumah tangga yang dikenal aktif di media sosial terutama TikTok. Ia sering membagikan kegiatannya sehari-hari bersama sang keluarga.
Bahkan di beberapa unggahan videonya, dia membagikan perkembangan pembangunan rumah mewahnya. Hingga saat rumah tersebut sudah selesai dibangun, Resti mengucap rasa syukur dan mendoakan semua akan sukses.
“Aku doakan kalian jadi orang sukses, Aamiin,” katanya dalam unggahan akun @restipebrianti02 pada 28 Juni 2024, yang memperlihatkan isi rumahnya seperti sofa, kamar tidur, meja rias dan sebagainya yang semua sudah tersedia dan serba baru.
Diduga, dari informasi yang sering di-share Resti melalui akun TikTok-nya tersebut, justru mengundang kawanan perampok ke rumahnya.
Tragisnya dalam kejadian perampokan pada hari Rabu dinihari itu, sang suami Haris kehilangan nyawanya. Ia tewas dibunuh perampok. Sedangkan Resti bersama ibu dan anaknya mengalami luka-luka yang cukup parah akibat dianiaya perampok.
Jasad Haris ditemukan dalam kondisi mengenaskan di dalam mobil yang terpakir di garasi dengan luka di kepala dan leher terjerat kain.
Sementara Resti mengalami luka di bagian kepala, sama dengan ibunya yang dipukul di bagian kepala. Sedangkan anak Resti yang masih kecil dianiaya hingga memar di bagian tubuhnya.
Polisi yang melakukan olah TKP menemukan botol minuman keras dan kopi yang diduga milik para pelaku. Mobil milik korban jenis Xpander diketahui juga hilang dan dibawa kabur pelaku perampokan.
Ketua RW setempat, Ahyar mengungkapkan bahwa Resti menyebut terduga pelaku lebih dari satu orang. Diduga pelaku sudah mengenal baik korban.
“Pelakunya menurut keterangan dari korban itu empat orang. Datangnya sekitar jam 2 malam, sempet ngopi-ngopi, mungkin orang yang dikenal, mungkin jam 4 kejadiannya,” ujarnya.
Empat pelaku aksi perampokan ini memang akhirnya berhasil ditangkap polisi pada Senin (23/9) malam lalu. “Pelaku yang ditangkap empat orang,” ujar Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Teguh Kumara, Senin (23/9).
Keempat pelaku berinisial D, 30, S, 29, C, 48, dan O, 26. D merupakan otak perampokan yang menyebabkan korban HS, 26, meninggal dunia.
Selain itu, istri korban yakni RF, 27, anak korban AL, 10, dan mertua korban NN, 55, mengalami luka parah karena penganiayaan.
“Keempat pelaku kami tangkap di tempat berbeda. C dan O kami amankan pada 18 September sekira pukul 13.00 WIB dan 18.00 WIB di wilayah Cibungbulang. Sementara pelaku D dan S ini kami tangkap pada Sabtu, 20 September sekira pukul 22.00 WIB di wilayah Pandeglang, Banten,” katanya.
AKP Teguh Kumara mengungkapkan bahwa pelaku D sudah kenal dengan korban HS. Sebab, mobil yang ada di lokasi kejadiaan saat itu rupanya adalah mobil yang digadaikan pelaku kepada HS sebesar Rp 23 juta.
Karena HS menagih pelaku dan pelaku belum bisa membayar, akhirnya timbul rencana untuk melakukan aksi kejahatan tersebut.
Teguh menjelaskan dalam kejahatan tersebut D mengajak tiga rekannya yakni S, C, dan O untuk mengeksekusi korban.
Pelaku C dan O berperan membawa jenazah HS yang rencananya akan dibuang ke Sukabumi, namun dibatalkan.
“Karena situasi tidak memungkinkan, setelah membunuh dia kembali lagi ke TKP, ternyata di TKP sudah ramai, nggak jadi, balik kanan dia. Rencananya mau dibuang ke Sukabumi,” jelas Teguh.
Akibat perbuatannya, keempat pelaku terancam hukuman penjara maksimal seumur hidup atau hukuman mati sesuai ancaman pasal 340 KUHP. (bel/mag/jay)
Editor : Jay Wijayanto