Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Pesta Nikah Ricuh, Salah Satunya Alami Luka Tusuk dalam Bentrokan di Jimbaran Kuta Selatan, Bali

Agung Nugroho • Senin, 23 September 2024 | 18:46 WIB

Ilustrasi bentrokan
Ilustrasi bentrokan
RADAR SURABAYA- Dua kelompok pemuda terlibat baku hantam dalam sebuah pesta pernikahan di Balai Serbaguna Perumahan Taman Graha Lingkungan Taman Griya Kelurahan Jimbaran, Kuta Selatan.

Beberapa pemuda dikabarkan menjadi korban dalam bentrokan brutal yang  diduga akibat pengaruh minuman keras.

Informasi yang dihimpun radarbali.id, peristiwa tersebut terjadi karena adanya salah faham ketika terjadi senggolan saat berjoget di tengah pasta berlangsung.

Cekcok mulut tidak bisa dihindari hingga terjadi tindakan saling kejar dan baku hantam.

Bahkan ada yang mulai memukul menggunakan balok, hingga penusukan.

Tiga pemuda yang mengalami luka terbuka segera dilarikan ke rumah sakit umum Bali Jimbaran, Kuta Selatan.

"Ya, tiga orang mengalami luka terbuka.  Kepala bocor, kaki patah dan punggung ditusuk benda tajam," beber sumber petugas, Minggu (22/9).

Para korban merupakan saudara kandung dari mempelai pengantin.

Ketiga korban adalah Sergi Nomleni, 23, asal Kampung Sabnala, Desa Sabnala Kecamatan Kokbaun, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur.(NTT) mengalami luka di kepala.

Korban kedua Primus Maleno, 41, asal Kampung Tunua RT/RW 013/007 Desa Tunua Kecamatan Mollo Utara Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT mengalami luka tusuk dipunggung, dan  Festus Maleno, 29 asal Kampung Benahe RT/RW 002/001 Desa Benahe, Kecamatan Kokbaun Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT luka patah kaki.

Aparat kepolisian yang mendapatkan laporan pun segera ke lokasi kejadian, dan mengamankan sejumlah pemuda untuk dimintai keterangan.

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polresta Denpasar AKP Ketut Sukadi mengatakan lokasi pernikahan di sewa oleh mempelai, untuk merayakan resepsi, Sabtu (21/9)

Lokasi dipenuhi oleh teman, kerabat dan saudara mempelai, sekitar pukul 19.00 dan saat berjalannya upacara ada beberapa pemuda  yang diketahui mengkonsumsi minuman beralkohol di sekitar  Balai Serbaguna Perumahan Taman Graha, Lingkungan Taman Griya.

Selain ada yang minum- minuman keras, ada juga joget-joget dan situasi mencekam dimulai sekitar pukul 23.30. "Saat  berjoget itulah terjadi senggolan dan berakhir dengan adu mulut antara tamu undangan. Perkelahian pun terjadi," ungkap AKP Sukadi.

Keributan di acara pernikahan itu membuat tamu undangan panic karena perkelahian tersebut bergeser hingga ke arah jalan di samping Balai Serbaguna.

Akibat perkelahian tersebut tiga  pemuda mengalami luka-luka sementara para pelaku kabur setelah mengetahui kedatangan sejumlah polisi ke TKP.

Kepada Polisi, Saksi Veronika, 21, asal Kupang, NTT, menjelaskan dirinya saat itu melihat keganasan para pelaku menganiaya suaminya yang bermaksud untuk melerai.

"Mereka (pelaku, red) mengaku dari Timor Leste, menggunakan double stick dan balok, langsung menyerang secara membabi buta, setelah itu mereka langsung pergi meninggalkan lokasi," ujar AKP Sukadi mengutip keterangan saksi.

"Peristiwa ini diduga karena pengaruh alkohol. Para pelaku memukul dengan tangan kosong, balok kayu serta kunci roda dan melakukan penusukan menggunakan benda tajam," tambah AKP Sukadi.(rb/nug)

Editor : Agung Nugroho
#keributan #jimbaran #akibat miras #salah faham #pesta pernikahan #jimbaran bali