Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Tol Jogja-Solo Diresmikan Presiden Jokowi Sore Ini, Bagaimana Kesiapan Akses serta Perkiraan Tarifnya?

Jay Wijayanto • Kamis, 19 September 2024 | 17:10 WIB
Wajah gerbang Tol Banyudono di kawasan Boyolali yang direncanakan jadi lokasi untuk peresmian Tol Jogja-Solo oleh Presiden Jokowi, sore ini.
Wajah gerbang Tol Banyudono di kawasan Boyolali yang direncanakan jadi lokasi untuk peresmian Tol Jogja-Solo oleh Presiden Jokowi, sore ini.

RADAR SURABAYA – Tol Jogja-Solo ruas Kartasura-Klaten dijadwalkan akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kamis (19/9) pukul 15.00 WIB.

Kabar ini dipastikan langsung oleh staf ahli Direksi PT Jasamarga Jogja Solo (JMJ) Bidang Pengadaan Tanah, Muhammad Amin.

"Kamis (19 September) pukul 3 sore. (Diresmikan) Pak Jokowi," kata Amin saat ditemui pada Rabu (18/9) di Kantor Kalurahan Tirtoadi, Solo.

Selain itu, Amin juga mengungkapkan bahwa tarif Tol Jogja-Solo Seksi 1 Paket 1.1 ruas Kartasura-Klaten tersebut dikenai biaya sebesar Rp1.864 per kilometernya. Ia meyakini angka tersebut telah sesuai dengan perjanjian pengusaha jalan tol (PPJT).

Amin juga menyebutkan bahwa penggarapan Tol Jogja-Solo yang akan diresmikan hari ini masih sesuai target. 

Meskipun sebelumnya, berdasarkan informasi yang diunggah di laman bpjt.pu.go.id, konstruksi jalan Tol Jogja-Solo ruas Kartasura-Klaten awalnya ditargetkan selesai 100 persen pada Juli 2024. "Ya masih sesuai lah," tegasnya.

Jalan Tol Jogja-Solo Kartasura-Klaten yang akan diresmikan ini telah menghubungkan wilayah Kartasura hingga Ngawen, Klaten, dengan panjang mencapai 22,3 kilometer.

Sepanjang ruas tol ini, terdapat tiga gerbang tol (GT) yang dapat digunakan oleh pengguna jalan untuk masuk maupun keluar.

GT Banyudono di Kabupaten Boyolali menjadi pilihan bagi pengendara yang berasal dari arah Kartasura.

Sementara itu, GT Polanharjo yang terletak di Kecamatan Ceper, Klaten dan GT Klaten di Kecamatan Ngawen, Klaten dapat digunakan oleh pengendara yang masuk dari arah Solo sebagai pintu keluar dari ruas tol ini menuju wilayah Klaten.

Selain ketiga gerbang tol tersebut, GT Colomadu juga telah disediakan sebagai penghubung bagi pengendara yang berasal dari Jalan Tol Trans Jawa.

Pengguna Jalan Tol Trans Jawa yang ingin melanjutkan perjalanan menuju Yogyakarta atau sebaliknya dapat langsung mengakses jalan Tol Jogja-Solo melalui GT Colomadu.

"Itu kalau orang dari Solo atau dari Boyolali masuknya ke Banyudono. Tapi kalau dari (tol) Trans Jawa dia langsung keluar Colomadu lurus overpass jembatan itu terus lurus (ke Tol Jogja-Solo)," jelas Muhammad Amin.

Gerbang Tol Colomadu diperkirakan akan menjadi pintu masuk utama bagi pengendara yang berasal dari arah Solo-Semarang atau Solo-Ngawi.

Dengan demikian, para pengendara yang sebelumnya harus melewati jalan non-tol yang padat lalu lintas kini dapat menggunakan jalan Tol Jogja-Solo untuk mencapai tujuan dengan lebih cepat dan nyaman.

Sebelum resmi dibuka oleh Jokowi pada sore ini, PT JMJ selaku pengelola Tol Jogja-Solo melakukan serangkaian uji coba terhadap jalan tol yang telah melewati tiga tahun masa pembangunan itu. Tes yang meliputi uji laik fungsi dan uji laik operasi itu dilaksanakan pada tanggal 11-13 September lalu.

"Jalan Tol Jogja-Solo Tahap 1 Segmen Kartasura-Klaten telah melalui seluruh tahapan penilaian laik fungsi secara teknis, administratif, dan sistem operasi tol. Proses ini dilakukan oleh instansi berwenang. Setelah lolos uji, tarif tol akan ditetapkan melalui Keputusan Menteri PUPR sesuai dengan peraturan yang berlaku," papar Rudy Hardiansyah selaku direktur utama PT JMJ.

Kini, jalan Tol Jogja-Solo telah resmi mendapatkan Sertifikat Laik Fungsi dan Sertifikat Laik Operasi. Dipastikan jalan tol sepanjang 22,3 kilometer ini telah sesuai dengan standar keselamatan, teknik, dan operasional yang berdasarkan ketetapan Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Perhubungan, serta Korlantas Polri.

PT JMJ juga memastikan akan memeriksa secara berkala untuk memenuhi standar pelayanan minimal (SPM). Hal ini mencakup pemerikasaan kondisi jalan tol, kecepatan tempuh rata-rata, aksesibilitas, mobilitas, keselamatan, hingga pelayanan pertolongan dan penyelamatan di sepanjang jalan tol.

"Dengan mempertimbangkan perubahan alami akibat suhu, cuaca, dan beban kendaraan, kami tetap memastikan bahwa kualitas beton dan infrastruktur jalan tol ini tetap terjaga. Pemeriksaan secara berkala juga akan terus dilakukan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan," imbuh Rudy. (aul/mag/jay)

Editor : Jay Wijayanto
#Presiden Joko Widodo #tol solo jogja #peresmian