RADAR SURABAYA - Saat ini Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI sedang berlangsung di Aceh dan Sumatera Utara hingga 20 September mendatang. Namun, banyak terjadi kendala sepanjang pelaksanaan PON 2024, terutama yang di Aceh.
Baru-baru ini beredar video viral yang menunjukkan atap venue cabang olahraga menembak indoor di PON 2024 ambruk akibat hujan deras.
Venue menembak ini berlokasi di lapangan tembak Rindam Iskandar Muda, Mata le, Aceh Besar, Provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD). Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 WIB, pada Selasa (17/9).
Dalam video yang diunggah oleh pengguna akun X @JhonSitorus_18, terlihat langit-langit venue tersebut roboh saat terjadi hujan deras.
Awal mulanya, tampak beberapa orang sedang mendokumentasikan atap venue yang bocor, beberapa petugas juga tampak bergegas melepas kabel yang menempel di langit-langit venue dan di dinding gedung karena khawatir terjadi gangguan elektrifikasi.
Kemudian, atap venue tiba-tiba ambruk hingga air langsung jatuh membanjiri lokasi kejadian.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Saat kejadian, Sebagian atlet sudah selesai melakukan percobaan menembak. Namun akibat kejadian ini, mereka pun lari tunggang langgang meninggalkan lokasi.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo mengungkapkan bahwa kejadian itu bukan atap yang ambruk, melainkan hanya bocor.
Hujan ekstrem adalah penyebab utamanya, karena belakangan ini Aceh Besar sedang dilanda hujan berhari-hari. Hal ini yang menyebabkan atap venue tidak mampu menahan beban air hujan karena intensitasnya yang deras.
“Baru saja ada kejadian menyedihkan sedikit ada roboh, bukan roboh ya atapnya bocor di venue menembak yang di mana dikarenakan hari ini terjadi cuaca ekstrim yang debit hujannya di atas 100 (debit curah hujan),” kata Dito saat ditemui di DPR RI, Selasa (17/9) sore.
Pada saat insiden ini terjadi, memang venue sedang tidak digunakan untuk perlombaan ataupun latihan.
“Jadi itu adalah tempat atlet menunggu dan sekarang sudah berlangsung proses perbaikan oleh Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat),” jelas Dito lagi.
Selain itu, Technical Delegate (TD) dari cabang olahraga menembak, K.S Henry Indrayani Oka menegaskan bahwa area tersebut sudah selesai digunakan untuk nomor pertandingan Air Rifle dan Air Pistol.
“Kedua nomor pertandingan sudah selesai dan terakhir digunakan pada 13 September 2024 lalu, sudah digunakan untuk 10 nomor pertandingan,” ungkap Henry Oka.
“Selain tidak digunakan untuk pertandingan yang tersisa, area itu juga bukan area latihan, namun untuk pemanasan atlet,” tambah Henry Oka.
Akibat kejadian ini, seluruh aktivitas di venue tersebut semuanya dihentikan. Para atlet juga diminta untuk beristirahat dengan dikembalikan ke tempat penginapannya masing-masing.
Saat ini cabor menembak PON 2024 sudah mempertandingkan 21 nomor dari total 40 medali. Masih ada 19 nomor pertandingan lagi yang belum dimainkan. Antara lain running target, skeet & trap dan tembak reaksi.
Kejadian ini juga mendapat berbagai komentar negatif dari netizen Indonesia.
“Aaduh kalo korupsi minimal jgn sampe ketauan bgt gituloh aduh, ga pinter nih pejabatnya. Wkkwkwwk,” tulis salah satu pengguna sosial media X @geofnn13.
“Kalau d ingat2 PON kali ini ramai kejanggalan dan ketidakpuasan sampai masalah konsumsi ikut bertengger jadi topik yang hangat. Dibandingkan penyelenggaraan yang sudah terlalui,” lanjut pengguna X @nunungmar1404. (ema/mag/jay)
Editor : Jay Wijayanto