Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Kisah Petani  Magelang, Relakan Tanah Warisan untuk Tol Jogja-Bawen Dapat Ganti Rugi Rp 17,2 Miliar

Agung Nugroho • Selasa, 17 September 2024 | 21:30 WIB

 

Tangkapan layar instgram
Tangkapan layar instgram

RADAR SURABAYA- Petani asal Kabupaten Magelang, Widodo Guritno, 66 mendapat uang ganti rugi (UGR) tol Jogja-Bawen hingga belasan miliaran rupiah.

Meskipun awalnya tidak berkenan karena tanah yang terdampak proyek tol iyu warisan orangtua, namun mbah widodo akhirnya merelakan tanahnya tersebut mendapatkan uang ganti rugi (UGR) Rp 17,6 Miliar.

Begini kisah Widodo Guritno

Widodo Guritno yang biasa disapa Mbah Widodo, merupakan petani yang tinggal di Kecamatan Candimulyo.  

Awalnya ia tak menyangka jika tanah warisan milik almarhum orang tuanya akan terdampak proyek pembangunan tol.

Sebelumnya, pada saat sosialisasi Widodo merasa tidak setuju tanahnya terkena proyek tol karena itu tandanya ia harus merelakan rumah beserta tanah warisannya.

“Awalnya nggak cocoklah (tanah terkena proyek tol). Misalnya, nggak jadi, nggak papa, tapi berhubung ini proyek negara ya dukunglah. Akhir-akhirnya, ya namanya orang kampung (mendukung),” kata Widodo, Selasa (10/9).

Widodo merupakan anak bungsu dari enam bersaudara.

Namun kedua kakaknya sudah ada yang meninggal dunia, dan lainnya telah pergi merantau ke Jakarta.

Jadilah Widodo sendiri yang meninggali rumah dan sawah peninggal kedua orangtuanya tersebut.

“Itu tanah warisan milik orang tua. Karena saya anak terakhir, jadi saudara-saudara nggak minta (hasil taninya) dan saya sendiri yang menggarap sawahnya. Tapi, berhubung kena tol, saya kumpulkan semua dan disepakati (hasil UGR) dibagi rata,” ucapnya.

Lahan yang terdampak merupakan sawah, bangunan rumah, dan lahan yang ditanami bambu.

Tanah tersebut terdiri dari dua bidang dan yang satu bidangnya memiliki luas 515 meter persegi dengan UGR sebesar Rp. 398.623.764 dan bidang lainnya seluas 5.179 meter persegi yang mendapat UGR Rp. 17.271.947.493 sehingga total UGR yang diterima Widodo sebesar Rp. 17.670.571.257 kemudian akan dibagi rata dengan kelima saudaranya.

Dari hasil UGR yang diperolehnya, Widodo akan membeli sawah dan rumah kembali, hal ini merupakan saran dari pamannya serta mengingat ia memiliki tiga orang anak yang perlu dipikirkan masa depannya.

“Saya kan rumahnya di sawah. Tapi, belum dapat (penggantinya) meskipun sudah banyak yang menawarkan. Sebetulnya saya mau memutuskan sendiri bisa, tapi lebih mantap kalau rembugan keluarga” lanjutnya.

Kepala BPN Kabupaten Magelang, A Yani menjelaskan jika terdapat penyerahan UGR untuk lima desa di Kecamatan Mungkid yaitu, 11 bidang di Desa Pagersari dan 4 bidang di Desa Senden.

Kemudian, di Kecamatan Candimulyo yaitu, 2 bidang di Podosoko, 23 di Tampirkulon dan 23 Desa Sidomulyo, dengan total luas 5,1 hetare.

"Ada satu return karena orangnya meninggal dunia. Jadi, mereka harus mengurus ahli waris. Tapi, secara keseluruhan berjalan dengan lancar, bahkan ada yang datang dari Jakarta," kata Yani.

Berita tentang Mbah Widodo yang mendapat UGR bernilai fantastis ini menjadi ramai di media sosial, salah satunya akun instagram @unikinfold pada Minggu, (15/9).

Postingan yang telah disukai sebanyak 26,5ribu orang itu menuai banyak komentar oleh para warganet.

“Seketika itu banyak orang yang mengaku sebagai saudara” tulis @asw***

“Mbah, pripun kabare? Iseh kelingan karo cucu mu niki?” @mas***(ang/mag/nug)

Editor : Agung Nugroho
#pembebasan lahan tol #ganti rugi tol jogja-bawen #Jogja-Bawen