Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

PON XXI ACEH-SUMUT 2024: Biliar 10 Ball Single Putri Milik Papua

Rahmat Adhy Kurniawan • Senin, 16 September 2024 | 02:23 WIB
Photo
Photo

RADAR SURABAYA- Pebiliar Jawa Timur Emilia Putri Rahmanda meraih medali perak pada ajang 10 Ball Single Putri PON XXI 2024 Aceh-Sumut.

Pada pertandingan digelar di Gedung Pardede Hall Medan Sumut, Minggu (15/9), Emilia harus mengakui keunggulan atlet Papua Pegunungan, Kenny Tirza Chandra.

Kenny Tirza Chandra mengawali laga dengan kemenangan untuk membuka keunggulan dengan skor 1-0.

Pada set berikutnya, Emilia Putri Rahmanda mampu menyamakan kedudukan dan melanjutkan dominasi untuk membalikkan keadaan menjadi unggul 2-1.

Kedua atlet saling mencetak kemenangan secara bergantian sehingga skor kembali seimbang 4-4.

Kenny kemudian mengambil alih set berikutnya untuk mengubah papan skor menjadi 5-4, dan memperlebar keunggulan hingga 6-5.

Emilia memberikan perlawanan sengit di akhir pertandingan, namun nasib berkata lain. Pada posisi skor 6-5, Emilia berhasil memasukkan bola 10, sementara bola putih juga ikut masuk ke pocket.

Alhasil, pertandingan berakhir dengan skor 7-5 untuk kemenangan Kenny Tirza Chandra asal Papua.

Emilia Putri Rahmanda mengaku puas dengan medali perak yang ia raih. "Pencapaian di PON Aceh-Sumut ini tentu sangat memuaskan setelah dua kali saya gagal di semifinal," ujar Emilia di Pardede Hall, Medan, Minggu (15/9).

"Sedikit pasti ada rasa kecewa, cuman saya sudah bersyukur sudah sampai final dan mendapatkan perak di nomor ball single putri. Semoga untuk PON selanjutnya saya berlatih keras lagi dan ikut turnamen," tambahnya.

Emilia juga mengomentari momen krusial di akhir pertandingan, "Faktor keberuntungan juga berperan. Bola 10 sudah saya masukkan, tapi tahu-tahu bola putih bisa masuk juga."ucapnya dengan rasa kecewa.

Pelatih Biliar Jatim, X Gazza Zubizareta, mengatakan, "Dari permainan Amel ini, menurut saya dia sudah berusaha semaksimal mungkin. Tapi ada beberapa kesalahan yang dia buat, ya karena memang ini permainan final, sangat tinggi pressure-nya. Terlihat banyak kesempatan yang sebenarnya tidak terlalu sulit, tetapi karena mental dan high pressure itu yang sedikit menghalangi."ungkapnya.

Zubizareta, yang juga mantan atlet Biliar PON asal Medan, menambahkan, "Sebenarnya tadi kalau bola putih tidak masuk, kita bisa menyamakan skor 6-6. Tapi akhirnya Jatim tidak beruntung. Sebelum bertanding, prinsip kami kepada pemain adalah tidak memikirkan menang atau kalah. Intinya setelah ini kita latihan lagi, main lagi. Ada saatnya menang dan ada saatnya kalah, itu sudah pasti."tambahnya.(rak)

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#PON XXI Aceh Sumut 2024 #pon 2024 #biliar