RADAR SURABAYA – Mantan Duta Besar Indonesia untuk Polandia, Peter Frans Gontha, meluapkan kegalauannya terhadap naturalisasi pemain Timnas Indonesia.
Ia mengaku bahwa kondisi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) seperti ini dapat merendahkan martabat bangsa.
Dalam unggahan berupa gambar logo PSSI pada akun Instagram pribadinya @petergontha, ia mengutarakan kegalauannya dengan menulis delapan poin pertanyaan yang ia jawab sendiri.
Pertanyaan itu berisi pendapatnya tentang kondisi PSSI yang memilik sembilan pemain dari naturalisasi bangsa asing.
“Saya sungguh Galau, saya akan posting status yang akan membuat follower saya marah, tapi tidak apa saya ambil risiko ini, karena saya mau menjaga martabat bangsa saya.
1. Apakah anda cinta PSSI? (saya cinta)
2. Apakah anda cinta bangsa? (saya cinta)
3. Apakah anda tidak malu lihat PSSI 9 pemainnya adalah bangsa asing yang dinaturalisasi? (Saya malu).
4. Apakah kita bangsa besar? (saya rasa demikian)
5. Apakah anda tau bahwa naturalisasi mereka hanya sementara, karena mereka mempunyai dua paspor, nanti kalau sudah selesai main di Indonesia mereka akan buang status WNI mereka?(saya tau)
6. Apakah mereka mau membuang tunjangan sosial mereka dinegara nya begitu saja? (saya rasa tidak).
7. Apakah menurut anda tidak lebih baik membina pemain kita dari muda (SD s/d Dewasa)? (saya rasa demikian)
8. Apakah tidak lebih baik kalah dengan terhormat dari pada Menang atau seri dengan cara yang merendahkan martabat bangsa?(saya malu).
Saya marah karena di ejek oleh seorang teman asing saya, yang saya usir dari kantor saya karena mencemoohkan PSSI!,” tulis Peter.
Merujuk pada unggahan tersebut, mantan petinggi sebuah media televisi ini mengaku bahwa ia malu saat melihat 9 dari 11 pemain PSSI adalah bangsa asing yang dinaturalisasi.
Menurutnya, akan lebih baik untuk membina pemain asli asal Indonesia sejak kecil hingga dewasa daripada menaturalisasi pemain bangsa asing.
Baginya, lebih baik kalah dengan terhormat daripada menang atau seri dengan memiliki pemain asing yang dinaturalisasi, yang bagi Peter Gothan adalah cara itu merendahkan martabat bangsa.
Peter bahkan mengungkapkan bahwa dirinya marah saat mendapati seorang teman mencemoh PSSI.
Dari awal, Peter menduga bahwa postingannya ini akan menarik kemarahan warganet terutama followers-nya.
Seperti dugaan, banyak yang tidak setuju dengan pendapat Peter karena mereka meyakini PSSI dengan pemain asing yang dinaturalisasi bukan hal yang patut dianggap memalukan.
Sayangnya, akun @petergotha kini telah dialihkan menjadi akun private sehingga tidak dapat melihat komentar di postingannya tersebut.
Meski demikian, telah banyak akun-akun dari berbagai platfrom yang mengunggah ulang postingan Peter tersebut.
Seperti di kutip dari akun @indostransfer di aplikasi X yang mengunggah ulang postingan Peter, mengungkapkan bahwa fenomena pemain asing yang dinaturalisasi semestinya didukung sebab memiliki tujuan untuk kepentingan dan kemajuan sepakbola Indonesia.
Karena sejatinya pemain yang dinaturalisasi adalah pemain yang eligible karena memiliki darah Indonesia.
Postingan X tersebut kemudian menuai ribuan komentar, ada yang mendukung dan yang berpikiran sama dengan Peter.
Salah satu warganet menyinggung bahwa akan lebih memalukan ketika Timnas Indonesia dengan pemain lokal kalah telak dengan Tim Nasional Bahrain.
“(((apakah anda tidak malu 9 pemainnya adalah bangsa asing))) enggak sih, gua malu pas pake pemain lokal tapi kebantai bahrain sampai 10 – 0,” komentar akun @ind***
Timnas Indonesia belakangan memang menghadirkan pemain keturunan, seperti Sandy Walsh, Shayne Pattynama, Rafael Struick, Ivar Jenner, Thom Haye, Jay Idzes, Calvin Verdonk, hingga Maarten Paes.
Nyatanya dengan kondisi seperti sekarang ini, Timnas Indonesia menjadi tak terkalahkan di dua laga awal babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026. Timnas Garuda mampu meraih hasil imbang melawan Australia pada Selasa (10/9) dan Arab Saudi pada Jumat (6/9). (aul/mag/jay)
Editor : Jay Wijayanto