RADAR SURABAYA - Gilson Costa gelandang Persebaya Surabaya masih belum menampilkan performa terbaiknya hingga tiga laga Liga 1 berlangsung. Meski demikian pemain asal Portugal ini akan memenuhi ekspektasi dari klub dan suporter.
"Saya akan bekerja lebih keras lagi. Klub memberi saya kesempatan dan kepercayaan, saya tahu bahwa saya masih belum berada di level yang saya harapkan, tapi kami percaya proses, tiga pertandingan berjalan bagus, dan akan lebih baik," ujar Gilson, Minggu (1/9).
Dalam tiga laga pertama Persebaya di Liga 1 2024/ 2025, eks pemain Benfica B selalu menjadi starter, namun beberapa kali dia ditarik keluar pada babak kedua. Seperti saat melawan Barito Putera, dibabak kedua pelatih Persebaya Paul Munster ingin menambah daya gedor agar tercipta gol dengan menarik Gilson Costa, digantikan Rizky Dwi.
Dia baru musim ini berlaga di Liga Indonesia. Ia terbantu dengan keberadaan Falvio Silva, penyerang asal Portugal, yang sebelumnya pernah bersama dalam tim saat masih junior. Flavio yang sudah lebih dari setahun bermain di Indonesia, banyak membantunya untuk beradaptasi dan mengenali sepak bola di sini.
”Adaptasi berjalan dengan bagus. Cuaca tidak masalah, pun adaptasi lainnya cukup lancar,” ujar Gilson.
Gilson juga mengaku dirinya pernah bermain sepak bola dalam cuaca yang sangat ekstrem, lebih dari 40 derajat celcius. Ketika dia bermain dengan tim dari Lebanon, Nejmeh SC. Atau saat ia membela tim asal Oman, Al Nada. ”Saya hanya butuh waktu untuk menuju level permainan terbaik,” ungkapnya.
Meski demikian, peran Gilson terbilang vital di posisi gelandang bertahan. Intersepnya cukup tinggi untuk memutus serangan lawan. Tak hanya itu akurasi passing-nya juga salah satu yang tertinggi di klub. Membuat dia berperan besar dalam membangun serangan tim berjuluk Green Force ini.
Sementara itu, setelah mendapatkan libur selama lima hari, skuad Green Force kembali latihan pada Jumat sore. Coach Paul Munster akan mempersiapkan timnya menghadapi pertandingan terdekat melawan Persita pada 14 September mendatang di Stadion I Wayan Dipta Gianyar, Bali. (rmt)
Editor : Lambertus Hurek