RADAR SURABAYA - Sebuah video viral memperlihatkan sosok perempuan muda menggunakan jilbab berwarna kuning sedang berperan sebagai mayoret sebuah marching band viral di media sosial.
Video ini mendapat perhatian luas dari netizen karena menampilkan aksi yang memicu kontroversi.
Terutama karena perpaduan busana yang dikenakan oleh remaja mayoret tersebut, serta gerakan tarian pargoy atau berjoget di depan kamera dengan iringan musik yang dinilai tidak senonoh.
Perempuan tersebut menggunakan jilbab bersamaan dengan rok mini menutupi stoking warna nude yang sangat tidak pantas.
Video viral yang diunggah oleh akun Instagram @nenktainment ini menunjukkan remaja berbaju kuning tersebut menari di atas panggung dan tampak dilihat oleh banyak orang.
Ia tampak memakai rok pendek di atas lutut berwarna biru kuning dan hanya menggunakan stoking transparan yang menunjukkan warna kulit asli.
Pada busana bagian atas, tampak remaja tersebut mengenakan kebaya kuning lengkap dengan jilbabnya.
Remaja tersebut tampak menggunakan aksesoris kacamata hitam yang dikalungkan di kerah bajunya dan menggunakan sepatu high-heel hitam.
Ia juga mengenakan selempang bertuliskan “Gitapati Nur’Aini.” Gitapati sendiri merupakan nama seorang pemimpin dalam sebuah marching band.
Gerakan tarian yang ditampilkan oleh perempuan tersebut juga membuat netizen semakin geram.
Dalam video yang berdurasi 38 detik tersebut, ia tampak berjoget dengan leluasa dan menggerakkan pinggulnya berkali kali.
Ia menampilkan berbagai macam gerakan tarian viral di TikTok seperti goyang pargoy, goyang dua jari, dll.
Di tengah keramaian yang diduga di sebuah perayaan 17 Agustus itu, Gitapati Nuraini tampak tetap percaya diri menari tanpa menghiraukan respons penonton di sekitarnya.
Bapak-bapak hingga ibu-ibu yang menonton aksinya tampak tersenyum bahkan tak sedikit yang menggelengkan kepala karena kelakuan Nuraini ini.
Sejumlah komentar pedas dari netizen mencerminkan kekecewaan dan kemarahan mereka terhadap penampilan tersebut.
Salah satunya komentar dari pengguna X @mulyana_raf. “Dikira monyet berbaju kuning, eh mayoret berbaju kuning.”
Tak sedikit pula yang memberikan komentar pedas kepada panitia. Pengguna sosial media X @Penakluksukma77, misalnya.
“Penyelenggaranya gendeng, penarinya gila, pejabatnya edan, penontonnya gelo, dah edan semua.” (bel/mag/jay)
Editor : Jay Wijayanto