Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Gunakan Strategi Pengepungan Gedung, Masa Tolak RUU Pilkada Berhasil Jebol Pagar Parlemen Senayan

Muhammad Firman Syah • Kamis, 22 Agustus 2024 | 22:54 WIB
Jebol : Ribuan masa aksi tolak RUU Pilkada 2024 berhasil menjebol kokohnya gedung DPR RI, Kamis (22/08).
Jebol : Ribuan masa aksi tolak RUU Pilkada 2024 berhasil menjebol kokohnya gedung DPR RI, Kamis (22/08).

Jakarta- Kokohnya pagar gedung parlemen Senayan akhirnya roboh setelah ribuan masa aksi melakukan pengerusakan agar bisa masuk. Padahal pagar Gedung MPR/DPR/DPD setinggi lebih dari 3 meter itu dijaga ribuan aparat gabungan Polisi dan TNI yang mengawal aksi sejak pagi. 

Pantauan dilapangan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.30 WIB ketika aksi protes terus berlanjut sejak pagi hari. Momen itu pun langsung membuat aparat kepolisian bersiaga dan menggunakan tameng lengkap beserta pelindung badan.

"Tetap dalam satu komando," ujar salah satu masa aksi saat pagar itu jebol.

Pagar yang jebol itu tepatnya berada di sebelah kiri dari gerbang utama kompleks parlemen. Setelah jebol, sejumlah massa aksi pun berdiri di pagar yang jebol itu dan belum masuk ke kompleks parlemen.

Namun polisi tetap melakukan pengamanan terhadap massa aksi di sekitar area pagar yang jebol tersebut. Sejumlah oknum massa aksi pun sempat melempari batu dan botol ke dalam area kompleks parlemen.

Sebelumnya, RUU Pilkada itu menuai pro dan kontra karena dinilai dibahas secara singkat pada Rabu (21/8) oleh Badan Legislasi DPR RI. Pasalnya pembahasan itu dinilai tak sesuai dengan Putusan Mahkamah Konstitusi yang diputuskan pada Selasa (20/8) tentang syarat pencalonan pada Pilkada.

Adapun polisi telah menyiapkan sebanyak 2.975 personel untuk mengantisipasi pengamanan unjuk rasa di dua kawasan itu yakni Gedung MK dan MPR/DPR RI.

Jumlah personel tersebut terdiri dari satuan tugas daerah (Satgasda) sebanyak 1.881 personel, satuan tugas resor (Satgasres) sebanyak 210 personel, bawah kendali operasi (BKO) TNI dan pemerintah daerah sebanyak 884 personel.

Editor : M Firman Syah
#RUU Pilkada 2024 #politik dinasti #mahkamah konsitusi #Demo DPR Ricuh