RADAR SURABAYA-Direktorat Jenderal (Ditjen) Keimigrasian Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) meluncurkan desain paspor baru untuk Warga Negara Indonesia (WNI).
Launching yang dilakukan bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia di Hotel Kempinski Indonesia, Sabtu (17/8), itu diresmikan langsung oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Hamonangan Laoly didampingi Dirjen Imigrasi Silmy Karim.
Meski diluncurkan pada 17 Agustus lalu, paspor tersebut akan mulai disebarluaskan dan berlaku secara resmi pada tahun depan, tepatnya pada 17 Agustus 2025.
“Pelayanan mulai 17 Agustus tahun depan, karena ini perlu persiapan dari proses percetakan, terus kemudian juga distribusi dan penyiapan sistemnya, jadi harap bersabar,” kata Silmy Karim, Senin (19/8).
Secara garis besar desain paspor baru ini tampak berbeda dengan sebelumnya yang berwarna biru kehijauan. Desain paspor baru ini bernuansa merah putih dengan sampul merah mencolok.
1. Desain dan Warna Paspor
Tampilan atau desain paspor baru Indonesia memiliki nuansa merah putih, dimana di halaman depan terdapat lambang Garuda dan tulisan ‘Republik Indonesia’ berwarna putih yang melambangkan bendera Indonesia, merah putih.
Dilansir dari Instagram Ditjen Imigrasi @ditjen_imigrasi, desain paspor baru ini tidak hanya berbeda dari segi warna tapi juga segi visual yang mengambil tema wastra Indonesia.
“Pembaruan dari segi visual yang mengambil tema wastra Indonesia, 33 kain-kain yang berasal dari ragam budaya Indonesia menjadi bagian dari visual desain baru Paspor Republik Indonesia ini.”
Dirjen Imigrasi Silmy Karim juga menjelaskan pada setiap lembar isi paspor Indonesia terdapat motif-motif yang menunjukkan kekayaan khas daerah seperti rumah tradisional dan batik di setiap daerah.
“Kenapa dipilih warna merah putih? Kemudian kenapa kain nusantara? Kita banyak tidak tahu bahwa ada 5.849 motif kain dari Sabang sampai Merauke, Miangas sampai Pulau Rote. Kenapa kita tidak ambil? (Padahal) Desain paspor Indonesia juga bisa menceritakan kekayaan yang dimiliki oleh Indonesia,” kata Silmy.
2. Makna dari Desain Paspor
Ia menjelaskan bahwa makna desain paspor baru Indonesia ini bukan hanya menjadi identitas saat keluar negeri, melainkan juga untuk memperkenalkan budaya Indonesia ke mancanegara.
Sehingga paspor baru ini tidak hanya akan menjadi identitas pemegangnya saat keluar negeri, melainkan juga menjadi duta budaya yang memperkenalkan keindahan dan keunikan Indonesia kepada dunia.
“Desain baru ini menggambarkan kekayaan budaya yang terjalin dalam bingkai kebhinekaan. Desain ini juga mencerminkan tekad menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” ujarnya.
3. Sistem Keamanan Paspor
Silmy juga mengatakan bahwa desain baru paspor Indonesia telah disesuaikan dengan standar dan rekomendasi International Civil Aviation Organization (ICAO) Annex 9 tentang Facilitation Bab 3, Sub Bab C, bahwa setiap negara harus secara berkala memperbaiki teknik dan fitur pengaman paspornya.
Hal ini dilakukan untuk menghindari upaya pemalsuan, replikasi, penggantian/penghapusan data, dan modus operandi pemalsuan paspor lainnya.
Silmy juga mengatakan bahwa desain paspor ini dipastikan memiliki fitur yang lebih baik yang mencakup segala aspek meliputi politik, hukum, sosial, budaya dan keamanan.
“Paspor desain baru ini dikhususkan untuk e-paspor. Ada peningkatan dari sisi kualitas bahan baku penambahan jenis serta jumlah fitur pengaman. Dokumen perjalanan harus memuat teknik dan fitur pengaman yang mampu melindungi dari berbagai upaya pemalsuan, termasuk penggantian atau penghilangan halaman buku paspor, khususnya di halaman biodata,” tambahnya.
Kombinasi fitur pengaman yang disematkan pada desain baru paspor RI ini antara lain cover yang kuat panas, fleksibel, dan mampu melindungi chip. Halaman biodata paspor terbuat dari beberapa lapis polikarbonat dan diberikan coating untuk melindungi permukaannya.
Selain itu, kertas buku paspor juga berpengaman dan sensitif terhadap kimia. Tinta yang digunakan meliputi tinta kasat mata dan tinta tidak kasat mata (fluorescent ink dan infra red ink) yang berpendar di bawah sinar ultraviolet. Teknologi tinta tersebut juga diterapkan pada benang jahitan buku paspor yang terbuat dari tiga warna.
Dari sisi tampilan, desain lembar paspor menggunakan motif kain khas setiap daerah di Indonesia dan motif tersebut akan berubah bentuk apabila dilihat dengan sinar UV. (bel/mag/jay)
Editor : Jay Wijayanto