Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Jadi Korban Bullying Senior di FK Undip, Dokter Muda RSUP Kardinah Tegal Bunuh Diri Suntik Obat Penenang

Agung Nugroho • Kamis, 15 Agustus 2024 | 20:58 WIB
dr. Aulia Risma Lestari (ARL) yang diduga bunuh diri karena tak kuat dibullying senior.
dr. Aulia Risma Lestari (ARL) yang diduga bunuh diri karena tak kuat dibullying senior.

RADAR SURABAYA-Seorang dokter muda di RSUD Kardinah, Kota Tegal, Jawa Tengah nekat bunuh diri dengan menyuntikkan cairan diduga obat penenang ke dalam tubuh.

Dokter muda perempuan berinisial ARL ini tengah menjalani Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) pada Program Studi (Prodi) Anestesi di Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (FK Undip) di RSUP dr Kariadi Semarang.

ARL diduga berbuat nekat karena kerap menjadi korban bullying dari para seniornya. 

Korban warga Mintaragen, Tegal Timur, Kota Tegal, ditemukan tewas di dalam kamar kosnya di Jalan Lempongsari, Kota Semarang, Senin (12/9)

Kisah tersebut diungkap akun X/Twitter @bambangsuling11 hingga kemudian viral di media sosial.

"Dokter muda RSUD Kardinah Tegal meninggal bundir dengan cara suntikkan obat ke tubuh. Diduga tak kuat menahan bully selama ikut PPDS Anestesi Undip Semarang," tulis akun tersebut dikutip Rabu (14/8).

Seperti dilansir radarsemarang.id, pihak kepolisian yang saat ini tengah melakukan penyelidikan menemukan sebuah buku diary milik korban.

Salah satu isinya, mengenai curhatan korban akibat beratnya menjalani pendidikan PPDS, dan perundungan yang dialaminya dari para senior. 

“Yang kami temukan diary berisi curhatan korban kepada ibunya. Mungkin selalu komunikasi dengan ibunya tentang perilaku senior-senior terhadap dirinya,” kata Kapolsek Gajah Mungkur, Kompol Agus Hartono.

Akibat beratnya beban yang dialaminya, korban juga sempat mengutarakan niatnya kepada sang ibu untuk resign.

“Iya (korban, red) juga bercerita di buku hariannya kalau senior-seniornya suka memerintah ini itu yang dianggap berlebihan oleh korban,” papar Agus Hartono.

Dari buku harian ARL tersebut, kini polisi bergerak untuk mendalami dugaan perundungan tersebut, karena diduga sebagai pemicu kenekatan korban mengakhiri hidup dengan cara menyuntikkan obat ke dalam tubuh.

“Kita akan melakukan pemeriksaan untuk memastikan benar tidaknya perundungan ini yang membuat akhirnya korban mengakhiri hidup,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, Kompol Andhika Darma Sena.

Akibat insiden tersebut, Kementerian Kesehatan RI mengeluarkan keputusan untuk menghentikan Prodi Anestesi Fakultas Kedokteran (FK) Undip di RSUP Dr. Kariadi Semarang

Kepastian penghentian Prodi Anestesi FK Undip tersebut dikeluarkan Direktur Jendral Pelayanan Kesehatan dr. Azhar Jayat kepada Direktur Utama RSUP Dr. Kariadi, dr. Agus Akhmadi M. Kes.

“Betul ada surat tersebut. Jadi kegiatan prodi anestesi di RS Kariadi (state dr RS Kariadi) dihentikan sementara sesuai dengan surat tersebut,” kata Humas Kementerian Kesehatan RI, dr Mohammad Syahril. (sls/bas/nug)

Editor : Jay Wijayanto
#ppds #Undip Semarang #RSUP Kariadi Semarang #jawa tengah #dokter muda