Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Jokowi Ungkap Kengerian Tinggal di Istana Jakarta dan Bogor: Tiap Hari Dibayangi Bau-Bau Kolonial dari Bekas Gubernur Jenderal VOC

Jay Wijayanto • Selasa, 13 Agustus 2024 | 18:53 WIB
Presiden Joko Widodo memberikan arahan kepada ratusan kepala daerah di Ruang kegiatan resmi Istana Negara IKN, Kalimantan Timur, Selasa (13/8/2024).
Presiden Joko Widodo memberikan arahan kepada ratusan kepala daerah di Ruang kegiatan resmi Istana Negara IKN, Kalimantan Timur, Selasa (13/8/2024).

RADAR SURABAYA-Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkap alasannya membangun Istana Garuda di Ibu Kota Nusantara (IKN). Hal ini diungkapnya di depan ratusan kepala daerah saat memberikan arahan di ruang kegiatan resmi Istana Negara IKN, Kalimantan Timur, Selasa (13/8).

Menurut istilah Jokowi, dirinya selalu dibayang-bayangi bau kolonial saat menempati tiga istana presiden peninggalan pemerintah VOC Hindia Belanda. Yakni Istana Merdeka dan Istana Negara yang terletak satu kompleks di Jakarta, serta Istana Kepresidenan di Bogor.

"Jadi kalau Istana kita yang ada di Jakarta, yang ada di Bogor, itu adalah istana bekas kolonial yang dulunya dihuni. Istana Negara itu dihuni oleh Gubernur Jenderal Pieter Gerardus van Overstraten," kata Presiden Jokowi dikutip dari Antara.

Ia pun menceritakan bahwa kedua istana yang ada di Jakarta, yakni Istana Negara dan Istana Merdeka dihuni oleh para gubernur jenderal Hindia Belanda pada masa kolonial.

Contohnya, Presiden Jokowi mengatakan Istana Negara dulunya dihuni oleh mantan Gubernur Jenderal VOC, Pieter Gerardus van Overstraten. Sedangkan Istana Merdeka dihuni oleh Gubernur Jenderal VOC, Johan Wilhelm van Lansberge.

Sementara Istana Bogor yang menjadi kediaman Presiden juga dihuni oleh Gubernur Jenderal VOC, Gustaaf Willem Baron van Imhoff.

Presiden pun mengingatkan bahwa istana Presiden tersebut telah ditempati selama 79 tahun oleh para presiden Indonesia sejak era Presiden Soekarno.

"Dan sudah kita tempati 79 tahun. Jadi, bau-baunya kolonial selalu saya rasakan setiap hari. (Saya) Dibayang-bayangi," ungkap Jokowi.

Oleh karenanya, Jokowi menjelaskan bahwa melalui pembangunan IKN, pemerintah ingin menunjukkan bahwa Indonesia memiliki kemampuan untuk membangun ibu kota negara sesuai keinginan dan desain pemerintah, meskipun memakan waktu yang cukup lama.

Sejak dimulai 2021, pembangunan IKN direncanakan baru akan selesai sekitar 10 hingga 15 tahun mendatang.

Presiden pun merinci bahwa pembangunan IKN saat ini baru mencapai sekitar 20 persen dari yang direncanakan.

Hal itu karena pembangunan yang sudah terealisasi baru mencakup Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) yang terdiri dari Istana Negara, Istana Garuda, Istana Wakil Presiden dan gedung kementerian koordinator. Sedangkan gedung-gedung tiap kementerian belum dibangun.

Namun di luar KIPP, nantinya banyak fasilitas-fasilitas yang akan dibangun seperti perumahan, rumah sakit, universitas, hotel dan apartemen.

"Di luar ini juga ada kawasan-kawasan yang kelak banyak dibangun, baik berupa hotel, universitas maupun rumah sakit. Seingat saya hotel ada lima kemarin tambah lagi, jadi ada enam. Rumah sakit juga sudah enam dalam proses dibangun. Kemudian training center-nya PSSI juga sudah selesai dan ada beberapa dimulai properti, perumahan sudah dimulai, dan fasilitas-fasilitas pendukung lainnya," ucap Presiden. (jpc/ant/jay)

 

Editor : Jay Wijayanto
#istana negara #Presiden Jokowi #istana merdeka #istana bogor #ibu kota nusantara