RADAR SURABAYA-Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin sidang paripurna pertama bersama para menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Garuda, Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, Senin (12/8).
Sebelum memulai sidang tersebut, acara diawali dengan membaca doa bersama yang dipimpin Wakil Presiden Ma'ruf Amin.
Presiden kemudian memberikan sambutan pembuka mengenai pertama kalinya sidang paripurna diselenggarakan di IKN.
"Pada pagi hari ini kita bisa melakukan sidang paripurna yang istimewa karena dilaksanakan pertama kali di Ibu Kota Negara Nusantara," kata Presiden di ruang sidang Istana Garuda.
Dalam sambutannya, Jokowi menekankan bahwa IKN adalah sebuah kanvas yang mengukir masa depan.
Tidak semua orang, tidak semua negara memiliki kesempatan dan memiliki kemampuan untuk membangun ibu kotanya yang dimulai betul-betul dari nol.
"Nusantara dibangun dengan konsep forest city, kota hutan, kota yang penuh dengan hijauan, bukan kota beton atau bukan kota kaca. Juga smart city, kota yang ditopang dengan teknologi dalam setiap aktivitas kotanya dan juga livable city, kota yang nyaman ditinggali," lanjut Presiden.
Presiden juga menceritakan sejuk dan segarnya udara di IKN, Senin (12/8), karena indeks kualitas udara yang rendah berada pada angka 6. Padahal, banyak ibu kota negara di dunia indeks kualitas udaranya berada di atas 50.
Presiden kembali menegaskan bahwa kepindahan ibu kota ke Nusantara ini bukan sekadar pindah fisik, tetapi pindah pola pikir, pindah pola kerja, dan pindah mobilitasnya.
"Karena mobilitas di Ibu Kota Nusantara semuanya memakai kendaraan yang kendaraan listrik dan juga energinya memakai energi hijau, bangunannya pun juga bangunan di sini semuanya diarahkan ke green building dan aksesibilitasnya juga diprioritaskan untuk pejalan kaki dan yang naik sepeda," kata Presiden.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Terpilih periode 2024-2029, Prabowo Subianto bertekad melanjutkan pembangunan IKN. Bahkan, dia menyebut merupakan salah satu investor pembangunan IKN. "Salah satu investor saya sendiri sebagai pengusaha," tegas Prabowo.
Menurut Prabowo, Presiden Jokowi sudah mengambil peran sebagai inisiator pembangunan IKN.
Sebagai Presiden Terpilih 2024-2029, Prabowo memastikan, akan ikut andil melanjutkan dan menyelesaikan pembangunan IKN. "Minimal saya yang melanjutkan, kalau bisa saya ikut menyelesaikan," ucap Prabowo.
Mantan Danjen Kopassus itu menyadari, pembangunan IKN bukan pekerjaan mudah dan butuh waktu yang tidak sebentar. Tapi, ia yakin, IKN akan terasa manfaatnya pada tiga sampai lima tahun ke depan.
"Saya percaya dalam 3, 4, 5 tahun fungsi daripada ibu kota ini sudah berjalan," tambah Prabowo.
Meskipun proses penyelesaiannya bisa memakan waktu hingga puluhan tahun, Prabowo berkomitmen agar IKN di lima tahun masa pemerintahannya bakal difungsikan dengan baik.
"Oh pasti kita selesaikan. Walaupun memang rencana garis besarnya kalau tidak salah belasan tahun untuk (diselesaikan), kalau tidak salah pernah disebut berapa puluh tahun. Sebagaimana ibu kota negara lain juga sangat panjang," ujarnya.
"Kita juga tidak boleh memaksakan, tapi kalau optimis di lima tahun saya kira sudah berfungsi dengan sangat baik," tegas Prabowo.
Usai melihat langsung, Prabowo mengaku optimistis terhadap progres pembangunan Ibu Kota Nusantara. Oleh karenanya, ia berkomitmen agar pembangunan ini terus berjalan, bahkan kalau bisa ia ingin mempercepatnya.
"Saya bukan ahli teknik, tapi saya lihat potensinya, saya yakin (IKN Nusantara) lima sampai enam tahun akan bagus. Tapi tentunya nanti pakar-pakar semuanya harus dikerahkan, dikerahkan semua kemampuan kita," kata Prabowo.
Dalam sidang kabinet paripurna pertama di IKN kemarin, dua menteri absen. Yaitu Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Prayoga.
Hal itu diketahui dari daftar hadir para menteri pada rapat tersebut. Dalam daftar itu, ada keterangan Nadiem tidak hadir karena izin cuti. Sementara Bintang disebut "tugas khusus" sehingga tak hadir dalam rapat tersebut.
Sidang kabinet pertama di IKN dipimpin oleh Presiden Joko Widodo. Wakil Presiden Ma'ruf Amin turut hadir dalam rapat tersebut.
Selain itu, ada 39 orang menteri dan kepala lembaga. Jumlah itu termasuk empat menteri koordinator, yaitu Luhut Binsar Pandjaitan, Muhadjir Effendy, Hadi Tjahjanto, dan Airlangga Hartarto. (ant/uta/opi)