RADAR SURABAYA-Insiden ledakan dan kebakaran terjadi di kapal tanker Elizabeth saat melintas di perairan Pulau Tepekong, Kabupaten Karangasem, Bali. Kapal tanker yang membawa bahan bakar menuju Badas, Sumbawa, NTB, tersebut terbakar pada Rabu (7/8/2024) dinihari sekira pukul 03.00.
Akibat dari insiden tersebut, lima Anak Buah Kapal (ABK) meninggal dunia. Mereka adalah Joko, Ismail, Riski, Syahlan, dan Faturahman, yang saat kejadian bekerja di ruang mesin kapal sebagai mekanik. Sementara sekitar 15 lainnya mengalami luka-luka.
"Lima orang meninggal dunia dan yang lainnya luka bakar," kata Kepala Seksi Humas Polres Karangasem, Iptu I Gede Sukadana, di Karangasem, Bali, Kamis (8/8).
Ia mengungkapkan, insiden tersebut bermula ketika kapal tanker Elisabeth yang membawa bahan bakar bergerak menuju Badas, Sumbawa, NTB sekitar pukul 01.18. Sekitar satu jam lebih berlayar atau tepatnya satu mil dari Pulau Tepekong, Rizky Wulandari yang seorang kru kapal mendengar adanya suara ledakan di bagian kiri mess kru kapal.
Selanjutnya, Rizki Wulandari membuka pintu kapal dan turun untuk melihat keadaan di dek bawah. ”Pelapor (Wulandari, Red) kemudian naik ke anjungan kapal dan melihat banyak ABK kapal mengalami luka bakar,” terangnya.
Atas peristiwa itu, Chief Officer kapal melakukan pengecekan terhadap kapal dan telah ditemukan juru kemudi atas nama Saiful tergeletak dengan luka bakar di tubuh. ”Pada saat itu, kapal tidak bisa olah gerak sehingga nahkoda meminta bantuan ke operasi Tanjung Manggis,” jelasnya.
Tidak berselang lama, ledakan kembali terjadi. Saat dilakukan pengecekan, terjadi kebakaran di kamar mesin sehingga semua kru harus berkumpul ke master station kapal.
Hanya saja, lima orang kru atas nama Joko, Ismail, Riski, Syahlan dan Faturahman, tidak ikut kumpul. ”Yang mana ternyata lima orang tersebut telah meninggal dunia,” katanya.
Selain lima orang kru meninggal dunia, terdapat 15 orang kru yang dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat penanganan medis. Tiga diantaranya dilarikan ke RS Ngoerah karena menderita luka bakar di atas 80 persen. Sementara 12 kru lainnya dilarikan ke RS Grha Bhakti Medika (RS GBM) Kabupaten Klungkung.
Sukadana menambahkan, penyebab pasti ledakan dan kebakaran kapal masih dalam penyelidikan.
Sementara untuk mengevakuasi para korban, Satpolairud Polres Karangasem, Basarnas, KSOP Padangbai, dan pihak Pertamina ikut turun tangan.
Sementara itu, Direktur RS Grha Bhakti Medika, dr. Agus Donny Susanto ditemui terpisah membenarkan ada 12 kru kapal yang dilarikan ke rumah sakit yang dipimpinnya.
Mereka tiba di IGD RS GBM sekitar pukul 09.30. 12 kru kapal yang terdiri dari tiga perempuan dan sembilan orang laki-laki itu langsung ditangani dokter IGD dan spesialis bedah, anastesi dan mata.
”Ditangani oleh dokter spesialis mata karena ada sejumlah pasien dengan keluhan terbakar di wajah sehingga habis bulu mata, hidung dan alisnya. Kemudian ada yang mengalami keluhan di telinga, sehingga ditangani oleh spesialis THT,” bebernya.
Setelah mendapat penanganan, ada sembilan pasien yang dilakukan rawat jalan karena mengalami luka bakar kurang dari tiga persen. Sementara tiga lainnya yang semuanya laki-laki menjalani rawat inap. Di mana seorang pasien mengalami luka bakar derajat dua sebanyak 10 persen, yang terdiri dari lima persen di kaki dan lima persen di bagian tangan.
”Sementara dua pasien lagi dirawat lantaran bulu hidung, alis dan mata habis. Yang dikawatirkan dia menghirup asap sehingga perlu dilakukan observasi,” tandasnya. (ant/jpc/nug)
Editor : Jay Wijayanto