Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Istri Abdul Manan, Korban Laka Maut di Tol Solo-Ngawi Sempat Diajak Namun Menolak

Rahmat Sudrajat • Minggu, 14 Juli 2024 | 02:52 WIB
BERDUKA: Anak ke-4 Abdul Manan Firdausatun Ni
BERDUKA: Anak ke-4 Abdul Manan Firdausatun Ni

SURABAYA - Sebanyak enam orang yang tewas akibat kecelakaan maut di KM 498+800, Tol Solo-Ngawi, Sabtu (13/7) dini hari.

Lima orang diantaranya merupakan keluarga besar. Korban yang meninggal terdiri dari tiga orang dan satu balita usia empat tahun dan bayi usia sembilan bulan.

Mereka merupakan keluarga besar dari Abdul Manan, Pengasuh Yayasan SD Darul Falah, Kalilom I Surabaya.

Kecelakaan antara minibus elf yang ditumpangi guru SD yang hendak berwisata ke Gunung Kidul, Yogyakarta menabrak truk tronton yang mengangkut batu ringan.

Rombongan tersebut berangkat Jumat (12/7) malam dari sekolah tersebut. 

Dari pantauan Radar Surabaya di rumah duka di Kalilom Lor 1/25 RT 3 RW 3, Surabaya terlihat tenda dan kursi sudah tertata rapi.

Tak hanya itu, karangan bunga juga terlihat ada di lokasi yang merupakan rumah dari Abdul Manan, 69, Pengasuh Yayasan SD Darul Falah Surabaya yang meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut.

Menurut anak ke-4 dari Abdul Manan, Firdausatun Ni'mah, rombongan yang berangkat dalam rangka wisata yang mendadak setelah rapat kerja (raker) yayasan.

Bahkan dirinya mengaku tahu ketika dikabari oleh guru lainnya dengan tujuan Yogyakarta. Padahal hari Senin sudah mulai aktif sekolah. 

Dirinya mengetahui kabar kecelakaan ini pagi tadi setelah ditelepon oleh kakaknya Khuluqin Nazidah, korban yang selamat dalam laka maut itu.

Namun kabar itu tidak langsung disampaikan kepada ibunya, karena memastikan terlebih dahulu kabar tersebut.

"Tahunya pas tadi pagi dikabari oleh kakak saya kalau kecelakaan. Katanya sebelum kecelakaan sempat istirahat di rest area lalu melanjutkan perjalanan. Tidak jauh dari tempat itu kecelakaan," ujar Firdausatun, Sabtu (13/7).

Lebih lanjut dia menceritakan, kakaknya yang mengikuti rombongan saat insiden tersebut berusaha menyelamatkan korban yang lain di dalam elf yang sudah rusak parah.

Repro foto Abdul Manan dan keluarga besarnya.
Repro foto Abdul Manan dan keluarga besarnya.

Namun sang kakak mengetahui bapaknya (Abdul Manan) yang duduk tepat di belakang sopir sudah tidak bergerak lagi ketika berusaha untuk diselamatkan.

"Katanya bapak sudah tidak bisa dibangunkan dan mungkin waktu langsung meninggal di tempat," tuturnya.

Sementara itu, istri Abdul Manan, Luluk Maslicha mengaku mempunyai perasaan yang tidak enak ketika itu. Dia juga dipaksa untuk ikut dalam wisata tersebut namun ditolaknya.

"Ya sempat saya diajak tapi saya nggak mau. Karena sudah penuh juga di kendaraan itu. Perasaan saya cuma itu saja," tutur Luluk.

Perempuan 66 tahun itu juga meminta kepada suami dan anak-anak yang berangkat untuk berdoa terlebih dahulu agar diberikan keselamatan. "Ya cuma titip pesan doa saja biar selamat di jalan," ujarnya.

Bahkan dirinya juga sempat meminta kendaraan rombongan tersebut dibagi dua mobil sehingga tidak penuh.

"Tapi akhirnya rombongan memutuskan menyewa elf dalam satu rombongan penuh," ungkap Luluk.

Sementara itu, satu orang yang tewas merupakan guide wisata atas nama Ahmad Fendi, 24, warga Teken RT 1 RW 4, Glagah, Loceret Nganjuk.

Jenazah enam orang tersebut saat ini masih di Rumah Sakit Pandan Arang, Boyolali.

Rencananya jenazah lima orang yang dalam satu keluarga besar itu akan tiba di Surabaya Sabtu (13/7) malam.

Kini keluarga tersebut tengah proses mengambil jenazah untuk dikebumikan di Surabaya.

Selain itu korban luka-luka yang dirawat di empat rumah sakit yakni, di RSUD Pandan Arang, RS UNS Solo, RS Ortopedi Solo dan RS Moewardi Solo. 

Sedangkan untuk 13 orang yang mengalami luka-luka, 11 orang merupakan warga Surabaya dan 2 orang merupakan warga luar Surabaya, yakni Sukir, 60, warga Guyangan Padirejo Mawasrejo, Kecamatan Dawar Blandong dan Luluk Nuridah, warga Geger RT 5, RW 2, Kecamatan Turi, Lamongan. (rmt/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#kecelakaan maut #surabaya #korban meninggal #kecelakaan tol solo-ngawi #sd darul falah