SURABAYA - Kebijakan free PPN dari pemerintah memang jadi pemantik utama membaiknya pasar properti di pasar primer. Sementara di pasar sekunder, produk hunian dan komersial juga menjadi incaran para konsumen baik end user maupun inverstor, terutama anak-anak muda.
Rudy Sutanto, Dewan Pembina AREBI Jatim menjelaskan, tahun ini kalangan broker properti sangat optimistis pasar properti akan lebih baik dari sebelumnya. Hal ini terlihat dari banyaknya pembeli yang mencari penawaran dari para broker untuk mendapat info lebih banyak.
“Mereka banyak yang mendiskusikan properti yang cocok dengan budget-nya,” papar Rudy, Kamis (27/6) .
Hal ini karena developer mulai agresif menawarkan produk baru dengan memanfaatkan kebijakan PPN DTP untuk primary market. Sedangkan untuk secondary market juga membaik meski harga belum kembali normal di harga market.
Kondisi ini, menurutnya, dipengaruhi banyak faktor. Selain adanya kebijakan pemerintah seperti PPN-DTP, juga suku bunga KPR cenderung sangat murah dan persyaratannya juga sangat mudah. Sehingga konsumen terutama kalangan muda semakin tertarik untuk membeli properti.
“Alasan mereka membeli properti, karena butuh rumah terutama pasangan muda dan milenial. Sedangkan untuk investasi agak berkurang. Karena saat ini pilihan investasi yang memberikan yield lebih juga banyak seperti emas atau saham yang harganya terjadi koreksi,” tambahnya .
Kalau dari segi harga, menurut Ketua DPD AREBI Jatim ini, tergantung dari lokasi, developer dan luas bangunanya. Untuk rumah satu lantai, luasan di bawah 90 meter persegi, harga yang menggoda untuk segmen milenial sekitar Rp 400 - 750 juta. Sedangkan rumah dua lantai, harga sekitar Rp 1 miliaran.
Selain hunian, properti komersial juga masih menjadi primadona untuk diburu tahun ini seperti ruko.
Bahkan banyak developer yang me-launching produk komersial baru dan langsung sold out. Sedangkan pergudangan juga membaik karena ada penyesuaian atas kebutuhan luasan gudang.
“Sementara untuk market sewa office space lebih diminati oleh Gen-Z. banyak anak-anak muda sekarang yang mulai berani terjun sebagai entrepreneur sehingga perlu office space,” ujarnya.
Principal Java Property CitraLand Surabaya ini yakin, kondisi ini akan bertahan hingga akhir tahun nanti. Pemerintah tentu akan terus menjaga agar situasi ekonomi tetap bertumbuh dengan berbagai kebijakannya agar pasar properti tetap terjaga. Karena multiplayer effect-nya sangat besar bagi perekonomian Indonesia.
Dia memperkirakan, pasar primary tetap mendominasi market. Salah satu faktornya karena DP bisa di-instalment dibandingkan secondary market. Hal itu juga didukung perbankan yang memberikan kemudahan buyer meskipun lebih selektif.
“Kami yakin developer akan banyak menyediakan unit ready stock atau on progress sehingga lebih memikat dan meyakinkan calon buyer. Mereka juga tetap menjalin kerja sama yang baik terutama dengan broker properti yang tergabung di Arebi,” tutup Rudy. (fix/nur)
Editor : Jay Wijayanto