Galang adalah satu dari 241.000 warga Indonesia yang tahun ini menunaikan ibadah haji yang merupakan salah satu dari lima rukun Islam, Galang berangkat ke Tanah Suci karena pelimpahan menggantikan ayahnya, Subiyakto yang meninggal pada Oktober 2023 lalu.
Galang Bayu Prakasa berangkat ke Tanah Suci bersama ibunya, Elok Sofiyah.
“Saat pertama kali tiba di Arab Saudi, saya merasakan campuran antara keharuan, kebahagiaan, keheranan, dan kerendahan hati. Semua jadi ingat Almarhum bapak," kata Galang kepada Radar Surabaya, di Hotel Dar Hassan, Makkah, Selasa (11/6).
Selain rasa keharuan itu, Galang merasa udara di Tanah Suci terasa berbeda. "Atmosfernya membawa aura spiritual yang dalam,” kata Arek Kenjeran, Surabaya, Jawa Timur ini.
“Saat akhirnya saya mengunjungi tempat-tempat suci seperti Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah, saya begitu haru dan bersyukur. Saat pertama kali melihat Kabah secara langsung, saya terharu, rasanya seperti mimpi yang jadi kenyataan, apalagi Saya bisa menyentuh Kabah saat Tawaf,.” Tambah Galang yang tergabung di Kloter SUB 35 dari Embarkasi Surabaya ini.
Meskipun rangkaian ibadah haji akan dimulai pada 14 Juni, jemaah haji dari Indonesia mulai tiba di Arab Saudi pada pertengahan Mei, berangkat lebih awal untuk memanfaatkan kesempatan sekali seumur hidup ini guna memenuhi kewajiban agama mereka.
“Saya merasa sangat bersyukur dan terhormat mendapatkan kesempatan untuk menunaikan ibadah haji tahun ini.
Ini adalah mimpi seumur hidup yang telah saya nantikan, dan dapat melakukan perjalanan ini adalah berkah yang luar biasa.
Tak lupa saya juga akan mendoakan almarhum bapak, Saya yakin beliau juga sudah berhaji meskipun sudah wafat,” kata Galang.
Dia juga berterima kasih atas layanan dan keramahtamahan yang diterimanya di Kerajaan Arab Saudi.
“Petugas di Arab Saudi ramah dan siap membantu. Semua fasilitasnya juga sangat baik, memastikan kenyamanan kami sebagai jemaah haji. Ini memungkinkan saya untuk fokus pada ibadah yang damai dan khusyuk,” tambahnya.
Melalui perjalanan ibadah hajinya ini, Galang yang dulunya adalah anak punk (tergabung di grup band beraliran punk rock, Burning) berharap dapat memperdalam pemahamannya tentang Islam dan mempererat hubungannya dengan sesama Muslim dari seluruh dunia.
“Saya berharap perjalanan spiritual ini akan membawa perubahan positif dalam hidup saya. Saya ingin memperkuat iman dan ketakwaan saya kepada Tuhan, dan menjadi pribadi yang lebih baik saat kembali ke rumah,” katanya.
“Saya berdoa agar perjalanan ini juga membawa banyak berkah bagi keluarga dan orang-orang terdekat saya, istri, adik dan anak-anak," tambah bapak tiga anak ini.
Sementara perjalanan spiritual ibah haji sejauh ini sangat mendalam dan penuh refleksi bagi Firman Susanto, yang tiba di Makkah pada 28 Mei lalu.
Pengusaha fillet ikan yang tinggal di Wonorejo Timur, Rungkut, Surabaya, Jawa Timur ini merasa sangat diterima dan bertemu dengan banyak jemaah haji asing lainnya saat mengunjungi masjid, tempat mereka bertukar ilmu, makanan, dan cerita.
“Saya dapat bertemu dengan orang-orang yang sepemikiran saat saya pergi untuk beri’tikaf atau salat di masjid, yang memungkinkan saya untuk benar-benar menikmati pengalaman beribadah yang khidmat,” kata Firman yang berangkat ke Tanah Suci bersama istrinya, Novi Indriani, lewat KBIHU Muhammadiyah Kota Surabaya ini.
“Salah satu dari banyak berkah yang saya alami selama musim haji ini adalah menerima banyak makanan ringan dari orang-orang Saudi, seperti kurma, roti, jus, untuk orang-orang yang beri’tikaf di Masjid Al-Haram … Saya berharap Allah SWT akan membalas kebaikan mereka.”
Ia dipenuhi rasa syukur, terutama setelah penantian panjang yang tertunda karena pandemi Covid-19 dan juga kondisi keuangan yang sempat menggoyahkan bisnisnya. Firman sebenarnya pada 2018 lalu sudah mendapat panggilan, tapi terpaksa menunda keberangkatannya.
“Saya benar-benar dipenuhi dengan emosi bahagia… Semoga Allah SWT memberikan kelancaran dan kemudahan bagi kita dalam niat beribadah untuk memenuhi panggilan-Nya,” kata Firman.
“Saya merasa sangat bersyukur dan bahagia telah mendapatkan kesempatan ini, yang kami yakini sebagai panggilan dan undangan dari Allah. Semuanya berkat kehendak Tuhan," pungkasnya.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan