RADAR SURABAYA - Pasific Caesar Surabaya belum bisa keluar dari hasil buruk setelah kembali kalah dari Kesatria Bengawan Solo, 74-82, dalam lanjutan Indonesia Basketball League (IBL) 2024 di GOR Pasific Caesar, Surabaya.
Kekalahan ini membuat posisi klasemen klub asal Surabaya makin terpuruk, sehingga menjadi juru kunci di klasemen sementara IBL 2024.
Sementara bagi Kesatria Bengawan Solo hasil ini menjadi kemenangan beruntun di 15 laga.
Bermain di kandang sendiri tak mampu dimanfaatkan Pasific Caesar Surabaya, Jumat (24/5) malam.
Meski sempat memberikan perlawanan di kuarter pertama, tim asal Surabaya ini tetap saja tertinggal 21-26.
Di kuarter kedua, Pasific Caesar berusaha tampil lebih menekan, melalui trio pemain asingnya, yakni Keljin Blevins, Jaylyn Richardson dan Stephen Hurt.
Hasilnya Pasific mampu mengemas 21 poin, sementara Kesatria Bengawan mencetak 16 poin.
Hasilnya Pasific bisa mengakhiri kuarter kedua dengan menahan imbang Kesatria 42-42.
Usai turun minum, pertandingan berlangsung seru, kedua tim saling mengejar poin.
Namun permainan pemain asing Kesatria Bengawan, Kentrell Barkley dan Cj Gettys, membuat tim tuan rumah kewalahan.
Di akhir kuarter ketiga, Kesatria unggul tipis 65-63.
Di kuarter terakhir, Pasific Caesar Surabaya ingin keluar dari tekanan, dengan menyerang tim tamu.
Pasific mendominasi di empat menit pertama kuarter ke empat.
Perjuangan pun sia-sia, Kesatria Bengawan Solo masih terlalu tangguh dan memenangkan laga ini dengan skor akhir 82-74.
Hasil ini menambah panjang daftar kekalahan Pasific Caesar Surabaya yang makin terpuruk di dasar klasemen.
Sementara bagi Kesatria Bengawan Solo hasil ini menjadikan kemenangan ke-15 secara beruntun.
Sebelumnya mantan pemain NBA, Keljin Blevins mempunyai target membawa tim basket asal Surabaya, Pasific Caesar dengan keluar dari performa buruk selama ini di kompetisi IBL.
Target terdekat dari mantan pemain Portland Trail Blazer itu bisa memenangkan beberapa pertandingan ke depan.
"Saya ingin menang. Kami akan berusaha lebih keras lagi untuk membereskan beberapa hal," ujar Keljin. (rmt/opi)
Editor : Nofilawati Anisa