KEJADIAN mistis kali ini dialami oleh Bagus, seorang mahasiswa yang mengampu pendidikan di Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya pada tahun 2022 lalu.
Di tahun keduanya menjadi mahasiswa Teknik Perkapalan ITS, Bagus dalam blog-nya mengaku pernah mengalami kejadian mistis ketika sedang berada di perpustakaan institusi tempat dia belajar saat itu.
Di hari Sabtu siang, Bagus memutuskan untuk memanfaatkan jaringan WiFi di perpustakaan ITS setelah selesai salat Dhuhur.
Tida seperti hari Sabtu biasanya, tidak banyak mahasiswa yang berada di perpustakaan hari itu.
Bagus pun merasa senang karena sedikitnya jumlah mahasiswa di sana membuat kecepatan internet WiFi menjadi lebih kencang.
Hal ini membuat Bagus kesenangan, sehingga dia pun menghabiskan waktu berselancar di media sosialnya hingga lupa waktu.
Ketika jarum jam menunjukkan pukul 17.00 sore, Bagus mengecek sekelilingnya yang kini hanya tersisa dua orang, yaitu dirinya dan seorang mahasiswa lain yang ada di seberang mejanya.
Keasyikan bermain WiFi, tidak ada satu pun dari mereka berdua yang menyalakan lampu perpustakaan.
Saat sedang mengunduh sesuatu di perangkatnya, indra penciuman Bagus pun menangkap bau amis dan anyir yang jarang dia temui sebelumnya.
Awalnya, Bagus tidak menghiraukan bau tersebut.
Namun ketika bau tersebut semakin menyeruak, Bagus pun bertanya kepada orang lain yang ada di perpustakaan tersebut terkait bau yang dia cium.
"Mas, sampeyan nyium sesuatu, nggak?" tanya Bagus kepada mahasiswa yang duduk di dekat papan tulis perpustakaan.
"Enggak tuh, emang nyium apa?" tanya mahasiswa yang tidak diketahui identitasnya tersebut.
"Bau anyir gitu, Mas" jawab Bagus.
"Enggak tuh, aku nggak nyium" pungkasnya, kemudian melanjutkan aktivitasnya dengan laptop-nya.
Jawaban mahasiswa tersebut tidak mampu menenangkan pikiran Bagus.
Meskipun telah berusaha berfikir positif terkait bau anyir yang diciumnya, otak Bagus tidak dapat berhenti mengaitkan hal tersebut dengan sesuatu yang negatif.
Beberapa saat kemudian, ketika Bagus tidak lagi mencium bau anyir, mahasiswa tersebut berujar kepada Bagus.
"Mas, iya nih, saya juga nyium bau anyir," selorohnya.
"Loh, iya ta, Mas?" tanya Bagus, pura-pura bingung.
"Iya, Mas," katanya menegaskan.
Setelah pengakuan mahasiswa tersebut, bau anyir memang kembali menghampiri Bagus dan mahasiswa itu. Bahkan kali ini semakin kuat.
Tanpa berlama-lama, Bagus dan mahasiswa itu pun segera mengemasi barang-barangnya dan bergegas pulang.
Rupanya, konon kata penjaga perpusatakaan, seorang kuli di sana sempat terjatuh dari lantai enam perpustakaan tersebut ketika perpustakaan masih dalam proses pembangunan.
Tragedi ini sering dibicarakan para mahasiswa, sehingga kematiannya sering dikait-kaitkan dengan cerita-cerita mistis yang terjadi di perpustakaan ITS tersebut. (sha/jay)
Editor : Jay Wijayanto