RADAR SURABAYA – Ribuan calon jemaah haji (CJH) Indonesia sudah tiba di Madinah untuk menunaikan rukun Islam ke-5.
Mereka secara bertahap berangkat dari sejumlah embarkasi di Tanah Air ke Madinah mulai 12 Mei.
Proses pemberangkatan CJH ini akan berlangsung hingga 23 Mei mendatang.
Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah Ali Machzumi mengatakan hotel jemaah haji Indonesia seluruhnya berada Markaziyah (sekitar Masjid Nabawi) dengan jarak paling dekat, sekitar 50 meter dan terjauh 350 meter.
"Jarak hotel ke Masjid Nabawi mulai dari 50 meter sampai yang agak jauh sedikit sekitar 350 meter. Jadi insyaallah nanti jemaah haji sudah kita persiapkan semuanya," ujar Ali di Madinah, Sabtu (11/5) waktu setempat dilansir dari laman kemenag.go.id.
Ali menjelaskan, akomodasi ini berada di tiga wilayah markaziyah.
Pertama, Markaziyah Janubiyah yang berada di sebelah selatan Masjid Nabawi.
Kedua, Markaziyah Syamaliyah yang berada di sebelah utara Masjid Nabawi.
Ketiga, Markaziyah Ghorbiyah yang berada di sebelah barat Masjid Nabawi.
Jemaah haji Indonesia yang berangkat pada gelombang pertama mulai tiba di Madinah pada 12 Mei.
Ada 18 kelompok terbang (kloter) yang tiba di Madinah pada hari pertama kedatangan.
Mereka akan ditempatkan pada lima sektor perumahan yang tersebar di tiga wilayah Markaziyah.
Terkait fasilitas kamar, tim Daker Madinah juga melakukan tinjauan ke dua penginapan, Hotel Abraj-Tabah di sektor 2, yang berjarak sekitar 150 meter dari Masjid Nabawi.
Kepala Seksi Akomodasi, Suhaidi mengatakan, tiap-tiap kamar memiliki perbedaan jumlah tempat tidur, mulai dua hingga lima tempat tidur.
"Khusus untuk jemaah lansia mereka ditempatkan di lantai paling bawah. Sehingga memudahkan dan memberikan kenyamanan untuk jemaah," jelasnya.
Di tiap lorong kata Suhaidi, juga disediakan air minum isi ulang. Sehingga, jemaah tidak usah khawatir kekurangan air.
Sementara hotel Safwat Almadinah terletak di sektor 1.
Posisi hotel ini juga dekat dari Masjid Nabawi hanya sekitar 100 meter.
Bahkan, pintu masuk hotel langsung mengarah ke masjid bersejarah bagi umat Islam tersebut.
Untuk fasilitas di setiap kamar tidak jauh berbeda.
Masing-masing hotel juga tersedia kursi roda dan tim kesehatan yang berjaga di setiap hotel. (opi)
Editor : Nofilawati Anisa