JAKARTA - Setelah kedatangan beberapa pemain naturalisasi berkualitas seperti Thom Haye, Jay Idzes, Nathan Tjoe A-On, serta Ragnar Oratmangoen, nilai skuad timnas Indonesia melonjak drastis sehingga membuatnya menjadi yang tertinggi alias termahal di wilayah Asia Tenggara (ASEAN).
Bergabungnya keempat pemain ini membuat harga skuad Timnas Indonesia melonjak secara signifikan.
Menurut Transfermarkt, harga skuad Timnas Garuda kini mencapai 12,78 juta euro (Rp217,9 miliar).
Dengan bandrol tersebut, Timnas Indonesia menjadi skuad termahal di Asia Tenggara, melampaui nilai Timnas Thailand yang mencapai 9,63 juta euro (sekitar Rp164,19 miliar).
Bahkan, nilai skuad Timnas Indonesia lebih tinggi daripada nilai skuad Timnas Irak (11,8 juta euro) dan China (11 juta euro).
Timnas Thailand yang sebelumnya menduduki posisi teratas kini harus mengalah kepada Timnas Indonesia.
Diikuti oleh Timnas Malaysia, yang saat ini memiliki nilai pasar sebesar Rp117 miliar.
Sementara itu, Timnas Vietnam, yang menjadi lawan Indonesia di kualifikasi Piala Dunia 2026, berada di peringkat keempat dengan nilai pasar sebesar Rp101 miliar.
Kehadiran Thom Haye dalam skuad Garuda menggeser posisi Sandy Walsh sebagai pemain dengan nilai pasar tertinggi.
Thom Haye kini menjadi pemain paling berharga dalam skuad Timnas Indonesia dengan nilai pasar mencapai 3 juta euro (sekitar Rp51,12 miliar).
Harga pasar gelandang yang dikenal sebagai Sang Profesor tersebut melampaui nilai Sandy Walsh yang mencapai 1,5 juta euro (sekitar Rp25,56 miliar).
Di posisi ketiga terdapat Jay Idzes dengan harga 900.000 euro (sekitar Rp15,34 miliar), disusul oleh Jordi Amat di posisi keempat dengan nilai 800.000 euro (sekitar Rp13,63 miliar), dan Marc Klok di posisi kelima dengan harga 450.000 euro (sekitar Rp7,66 miliar). (mg3/rei/jay)