SEMARANG-Banjir parah di Demak merendam hampir 90 persen kawasan di jalur pantura Pulau Jawa ini.
Banjir yang diakibatkan oleh curah hujan tinggi dan jebolnya enam tanggul ini mengakibatkan 89 desa di 11 kecamatan yang berada di Kabupaten Demak terendam banjir. Banjir juga memaksa ribuan warga mengungsi.
Saking parahnya, banjir yang disebut skalanya terluas sejak 1992 itu sampai viral gegara air sampai merendam kompleks makam Sunan Kalijaga di Kadilangu, Demak. Video banjir yang menggenangi makam salah satu wali songo itu menjadi viral di media sosial.
Selain itu, para pedagang disekitar makam harus menutup lapaknya karena kebanjiran. Berdasarkan video yang beredar, terlihat lapak para pedagang ditutupi oleh terpal dan tidak ada aktivitas jual beli di sekitar area wisata religi yang juga merupakan bangunan cagar budaya tersebut.
Ketinggian air banjir di kompleks makam berkisar 20-30 sentimeter yang menggenang setengah bagian nisan makam.
Menurut pengurus makam, banjir di kompleks makam Sunan Kalijaga ini baru pertama kali terjadi sepanjang sejarah makam ini berdiri. Sebelumnya, banjir tidak sampai menggenangi kawasan makam.
Meskipun banjir menggenangi kawasan makam, masih ada beberapa peziarah yang mengunjungi makam Sunan Kalijaga untuk berdoa.
Salah satu peziarah yang datang berombongan bersama temannya mengungkapkan bahwa dirinya mengunjungi makam karena sudah menjadi rutinitas bulanan bersama temannya.
"Setiap majelis kita datang, entah sebulan sekali, atau berapa. Kebetulan aja ini pas banjir," jelas salah seorang peziarah mengutip dari CNN, Selasa (19/3).
Tak hanya itu, mereka merasa penasaran dengan beredarnya video viral yang menunjukkan kondisi makam yang biasa dikunjunginya tersebut tenggelam oleh air banjir.
"Tadi pagi juga lihat dari sosial media bahwa di sini banjir, maka kita ke sini (mengecek)," tambahnya.
Ia menjelaskan bahwa para peziarah masih bisa melakukan kegiatan berziarahnya walaupun kondisinya penuh genangan dengan berdiri atau telah disediakan kursi untuk peziarah.
"Ya agak hati-hati karena lantainya licin, kan sudah beberapa hari banjir. Sama itu juga sudah disediakan beberapa bangku bagi yang nggak tahan berdiri. Kalau opsinya berdiri karena saat ini banjir begini kan," tuturnya.
Meski banjir menggenang seluruh kompleks makam, kondisi Majsid Kanjeng Sunan Kalijaga masih aman dari genangan dan masih bisa untuk digunakan sebagai tempat beribadah para peziarah.
Mereka juga mendoakan agar masalah-masalah yang tengah melanda Demak bisa segera terselesaikan.
"Kita ziarah ke Mbah Sunan Kalijaga, istilahnya kita juga mendoakan beliau, kita sama-sama mendoakan warga Demak juga. Semoga selesai semua masalah-masalahnya, sama banjir ini diangkat sama Allah," imbuhnya. (mg3/rei/lip/jay)
Editor : Jay Wijayanto