Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Kunjungi Proyek Smelter Di Gresik, Menteri ESDM Janji Keluarkan Izin Perpanjangan Ekspor Dengan Syarat Berikut

Muhammad Firman Syah • Kamis, 29 Februari 2024 | 22:04 WIB
Sesuai Target : Menteri ESDM RI, Arifin Tasrif (kiri) melihat progres pembangunan Smelter Freeport di KEK Manyar Gresik, kemarin.
Sesuai Target : Menteri ESDM RI, Arifin Tasrif (kiri) melihat progres pembangunan Smelter Freeport di KEK Manyar Gresik, kemarin.

GRESIK- Pemerintah Indonesia berjanji akan mengeluarkan izin perpanjangan ekspor konsetrat jika PT Freeport Indonesia telah berhasil menyelesaikan Comissioning test pada bulan Mei mendatang. Kepastian pemerintah ini disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif saat melihat progres pembangunan proyek Smelter PT Freeport Indonesia di kawasan Manyar Gresik.

Dalam kesempatan itu, Arifin memastikan jika pemerintah akan memenuhi komitmennya memberikan perpanjangan izin ekspor konsentrat jika PT Freeport Indonesia juga berhasil memenuhi target yang diberikan pemerintah RI.

"Kita sama-sama berjanji. Freeport janji Mei bisa Commisioning test. Jika itu bisa terlaksana, maka pemerintah juga akan melaksanakan kewajibannya (mengeluarkan perpanjangan izin ekspor konsentrat)," tegas Arifin Tasrif.

Diakuinya, manajemen Freeport Indonesia telah menyampaikan pada Kementrian ESDM jika Smelter Gresik baru bisa beroprasi penuh pada Desember 2024. Pada bagian lain, izin perpanjangan ekspor konsentrat yang dimiliki PT Freeport Indonesia akan berakhir tidak lama lagi. Artinya hasil produksi tambang Freeport berpotensi menumpuk diarea storage dan mengakibatkan turunnya pendapatan negara dari sektor bea keluar.

"Kami akan melihat dulu hasil dari commisioning test ini bagaimana hasilnya. Jika nanti bagus, baru akan kami tentukan target produksinya," imbuhnya.

Arifin menuturkan, pemerintah juga telah memiliki hitung-hitungan berapa kuota ekspor konsentrat yang akan diberikan oleh Pemerintah kepada PT Freeport. Salah satu indikator yang digunakan pemerintah untuk menentukan besaran kuota ekspor yang diberikan yakni dengan melihat progres pembangunan proyek.

"Kuota nanti sesuai dengan progres. Kalau nanti selesai sekian persen, kami akan berikan berapa persen. Itu sudah ada hitungannya," tuturnya.

Lebih lanjut mantan Dirut Pupuk Indonesia itu mengungkapkan jika pembangunan pabrik pemurnian tembaga PTFI ini merupakan bagian dari program percepatan hilirisasi tambang yang dicanangkan pemerintah. Sebagai langkah penting untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara maju.

Ditempat yang sama, Wakil Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Jenpino Ngabdi dalam menegaskan jika pembangunan smelter berjalan lancar dan sesuai target.

“Progres pembangunan smelter saat ini sesuai dengan rencana dan siap beroperasi di bulan Juni 2024. Smelter PTFI akan mulai berproduksi di Agustus 2024 dan selanjutnya ramp up mencapai kapasitas penuh pada akhir Desember 2024,” kata Jenpino.

Dikatakan, pembangunan Smelter ini merupakan mandat Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) PTFI. Smelter berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. PTFI telah menanamkan investasi hingga 3,1 miliar dolar Amerika Serikat atau setara Rp 48 triliun per akhir Desember 2023.

Jenpino menyebut jika Proyek ini merupakan smelter kedua PTFI. Smelter pertama dibangun pada 1996 dan dikelola oleh PT Smelting. Smelter tembaga dengan Design Single Line terbesar di dunia ini nantinya mampu memurnikan konsentrat tembaga dengan kapasitas produksi 1,7 juta ton dan menghasilkan katoda tembaga hingga 600.000 ton per tahun. Produk utama smelter adalah katoda tembaga, emas dan perak murni batangan, serta PGM (Platinum Group Metal). Produk samping antara lain asam sulfat, gipsum, dan timbal.

“Setelah smelter beroperasi penuh pada akhir 2024, seluruh hasil tambang PTFI akan dimurnikan di dalam negeri. Hal ini akan meningkatkan nilai tambah dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi penerimaan negara,” tutup Jenpino. (fir)

Editor : M Firman Syah
#Freeport Gresik #Pabrik Emas #Smelter Gresik #esdm #Industri Gresik