JAKARTA - Meski viral dengan tagar "songong" di jagad media sosial (medsos), namun jaket warna biru yang dikenakan oleh cawapres dari paslon nomor urat 2, Gibran Rakabuming Raka, mencuri perhatian.
Terutama dengan logo lingkaran warna oranye yang ada di bagian dada sebelah kanan dan tulisan besar "Samsul" di bagian punggung belakang.
Di debat capres cawapres keempat itu, Gibran terlihat menggunakan jaket berwarna biru muda khas pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming.
Jaket tersebut ternyata terinspirasi dari komentar yang sempat viral soal Gibran.
Jaket berwarna biru yang dikenakan Gibran dihias dengan tulisan "Samsul" di bagian belakangnya.
Samsul adalah kata yang viral di internet sebagai respons atas peristiwa Gibran yang salah bicara, menyebut asam sulfat untuk asam folat. Samsul adalah singkatan dari asam sulfat.
Namun, bukan hanya kata Samsul yang jadi pusat perhatian di jaket Gibran. Di bagian dada sebelah kanan jaket Gibran juga ada logo lingkaran spiral warna oranye.
Ternyata, logo tersebut terinspirasi dari komik dan anime "Naruto." Walaupun warnanya agak berbeda, lambang spiral tersebut mirip dengan lambang klan Uzumaki.
Naruto berasal dari klan Uzumaki, yaitu klan ninja paling kuat di dunia. Ninja dari klan Uzumaki terkenal tidak mudah lelah saat bertarung dalam waktu yang lama.
Namun, kekuatan klan ini membuat klan lain bekerja sama untuk membunuh semua keturunan klan Uzumaki.
Dalam cerita komik dan anime Naruto, keturunan dari klan Uzumaki yang tersisa adalah Naruto dan Karin.
Gibran juga pamer sebuah pin bajak laut topi jerami milik karakter Mugiwara dari anime "One Piece" yang terkenal.
Topi jerami di "One Piece" melambangkan gagasan kebebasan dan pembebasan.
Karena itu, salah satu karakter di One Piece, Luffy, selalu membawa topi tersebut ke manapun dia pergi, karena dia ingin selalu membawa gagasan kebebasan ke manapun.
Luffy juga punya nama panggilan Mugiwara, yang secara harfiah dalam Bahasa Jepang berarti topi jerami.
Pengamat mode dari Indonesia Fashion Chamber, Lisa Fitria, kepada ANTARA mengatakan, Senin (22/1), logo-logo tersebut tak hanya sekadar gambar, tapi mengandung pesan tertentu.
Logo klan Uzumaki dapat menunjukkan beberapa hal, salah satunya sebagai simbol keinginan Gibran melanjutkan program-program Presiden Joko Widodo yang notabene ayahnya.
"Seperti karakter Boruto, anak Naruto, yang ingin melanjutkan perjuangan ayahnya," ucapnya.
Di samping itu, Gibran diketahui menyukai Naruto dan mungkin hal itu juga melatarbelakangi dia untuk memasang logo klan Uzumaki di jaketnya.
"Naruto ini kan sering diremehkan, dikerdilkan, namun, mampu menjadi pemimpin. Mungkin maksudnya dia (Gibran) ingin membuktikan bahwa yang meremehkannya kelak akan tahu bahwa Gibran memiliki kemampuan untuk menjadi wakil presiden," kata Lisa.
Sementara itu, pin bajak laut topi jerami dari "One Piece" disebut Lisa sebagai cara Gibran menekankan pesan soal program hilirisasi salah satunya terkait maritim.
Dalam "One Piece" karakter utama bernama Luffy bercita-cita menjadi Raja Bajak Laut yang dapat menguasai lautan. Pesan serupa juga ingin disampaikan Gibran bahwa dalam kepemimpinannya maritim Indonesia akan dijaga kedaulatannya.
"Kenapa dia pakai pin bajak laut? Itu mungkin maksudnya maritim kita akan dijaga. Jadi, siapa pun yang menyenggol teritorinya itu mungkin akan dilawan," kata Lisa.
Lisa juga menilai penggunaan logo-logo yang erat dengan generasi 90-an dan generasi Z itu juga menjadi cara Gibran berkomunikasi dan menggaet para pemilih muda.
Baca Juga: Termasuk Khofifah, PBNU Nonaktifkan 63 Pengurus yang Maju Nyaleg dan jadi Tim Sukses Calon Presiden
"Memang kalau dilihat generasi 90an itu eye catching (menarik perhatian), memang masih masuk untuk mewakili komunikasi generasi muda. Memang secara keseluruhan konsep dan tampilannya sama tapi dengan ada pin itu orang jadi menyorot dan pendukung-pendukungnya juga melihat hal itu," kata Lisa.
Gibran masih tampil dengan gaya andalannya yaitu tampilan kasual memadukan kemeja biru langit dan juga celana hitam lengkap dengan sneakers-nya.
Dalam debat-debat sebelumnya, kemeja dengan warna biru langit yang dipilih calon presiden dan cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto dan Gibran dinilai menguatkan makna kesetiaan, keterbukaan, dan kebebasan sesuai dengan pesan politik yang ingin diusungnya.
Di samping itu, gaya kasual dan sederhana juga merupakan gaya andalan generasi muda masa kini. (jpc/ant/jay)
Editor : Jay Wijayanto