SURABAYA - Momen pergantian tahun selalu diwarnai kemeriahan. Namun, di sisi lain, perayaan pada malam tahun baru itu menyisakan sampah. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya mencatat 15,2 ton sampah yang dihasilkan dalam semalam.
Kepala Bidang (Kabid) Kebersihan dan Pemberdayaan DLH Kota Surabaya M Rokim sudah memprediksi jumlah sampah meningkat pada malam tahun baru. Hal itu pasti terjadi setiap tahun. Pada perayaan malam tahun baru itu, pihaknya berhasil mengangkut sekitar 15 ton sampah.
“Kita selalu tandai setiap momen di malam tahun baru pasti meningkat,” ujar Rokim, Senin (1/1).
Kendati jumlahnya fantastis, pihaknya gercep (gerak cepat) untuk membersihkan sampah yang berserakan. Rokim menerjunkan 150 personel. Sekaligus mengerahkan tujuh unit dump truck dan dua truk road sweeper.
“Hampir semua dump truck penuh, di road sweeper muatannya per unit sampai enam kubik atau sekitar 1.200 kilogram. Kalau dihitung totalnya kurang lebih 15 ton sampah,” jelasnya.
Pembersihan sampah tak menunggu waktu. Rokim menjelaskan, seluruh personel bergerak mulai pukul 00.01 sampai dengan 07.00. Pihaknya membagi dalam 14 grup.
“Ini meliputi kawasan timur, barat, utara, selatan, dan tengah kota,” ungkapnya.
Lokasi yang dibersihkan meliputi Jalan Kembang Jepun dan sekitarnya, bawah Jembatan Suramadu-Jembatan dan Taman Suroboyo, Jalan NgaglikKapas Krampung-Tambaksari, sekitar Taman Surya-Wijaya Kusuma-Jaksa Agung Soeprapto-Wali Kota Mustajab, Jalan Pemuda Timur-Yos Sudarso (Alun-Alun Surabaya).
Berikutnya di Bundaran Cito, FR sisi barat Ahmad Yani-RSI Wonokromo, depan RSAL-FR sisi timur Ahmad Yani-Korem Kertomenanggal. Kemudian sekitar Tugu PahlawanIndrapura-Rajawali-Titik Nol Jalan Pahlawan, Kebun Binatang Surabaya (KBS)-Jembatan Sawunggaling-Pasar Kembang-Darmo (Taman Bungkul).
Kemudian, Basuki Rahmat-Embong Malang-Blauran-Praban, Jalan Tunjungan-Gubernur Suryo-Panglima Sudirman, Jembatan Karang Pilang-Bundaran PTCYonosuwoyo-HR Muhammad-Mayjen Soengkono, GBT, hingga Margomulyo.
Rokim menjelaskan, sampah terbanyak diperoleh di sekitar Taman Surya, Gubernur Suryo, Tunjungan, Taman Bungkul, Tugu Pahlawan, dan depan Korem Kertomenanggal. Menurut dia, Pemkot Surabaya sudah menyediakan tempat sampah di titik-titik tersebut. Namun, tak mampu menampung karena jumlah pengunjung yang membeludak.
“Dominasi sampah yang diangkut dari sisa-sisa dan bungkus makanan yang ditinggal begitu saja oleh pembelinya. Plastik sama kertas-kertas. Rata-rata botol-botol minuman, gelas-gelas itu, banyak juga sisa-sisa dari PKL. Ada yang jualan itu kayak soto, nasi goreng, kertas-kertasnya juga bungkusnya itu ditinggal aja,” paparnya.
Dia juga berharap pada 2024, kesadaran masyarakat meningkat. Terutama soal membuang sampah. Sehingga, dapat mendorong dan membentuk perilaku hidup bersih dan peduli lingkungan di mana pun tempatnya.
“Saya berharap warga Surabaya juga mulai membudayakan tertib dalam membuang sampah, jangan sembarangan. Nggak papa buang sampah, tapi di tempat yang sudah disediakan. Di tepi jalan kan sudah ada tong sampah juga,” katanya. (hil/rek)
Editor : Jay Wijayanto