JAKARTA - Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka sukses menunjukan penampilan maksimal di debat kedua Pilpres 2024. Meski sempat diragukan banyak pihak, GIbran justru tampil sangat mempesona berhadapan dengan Muhaimin Iskandar dan Mahfud MD.
Direktur Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie mengatakan banyak yang meragukan kualitas Gibran sebelumnya. Publik meragukan Gibran karena persoalan umur yang terlalu muda, namun ternyata berhasil tampil maksimal.
“Awalnya banyak yang meragukan kemampuan Gibran, tapi kali ini Gibran tampil mempesona dan mengesankan,” kata Jerry saat dihubungi, Sabtu (23/12).
Dia mengungkapkan Gibran awalnya dipandang sebelah mata karena masalah umur yang terlalu muda. Namun, dalam debat kemarin Gibran menunjukan kemampuannya dalam menyokong kekuatan Capres Prabowo Subianto di Pilpres 2024.
"Gibran awalnya di anggap anak bawang berubah jadi anak emas yang mampu dongkrak kemenangan (Prabowo)," ucapnya.
Lebih lanjut dia menilai kemampuan Gibran dalam memyampaikan soal hilirisasi. Gibran melarang ekspor bahan baki mentah ke luar negeri.
Di sisi lain, menurut Jerry, Gibran mampu mencegah kerugian besar terhadap Indonesia. Sebab, ekspor bahan baku membuat rugi negara cukup besar.
“Dia mencontohkan nikel, dulu sebelum ada hilirisasi kita ekspor hanya US$ 3 miliar, sekarang setelah hilirisasi bisa jadi US$ 33 miliar. Ini saya baru bicara soal nikel loh pak, belum termasuk tembaga, timah, dan lain-lain,” paparnya.
Diketahui, Gibran berhasil tampil cukup dominan di debat kedua Pilpres 2024. Debat kedua diadakan di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat pada Jumat (22/12) kemarin.
Dalam debat tersebut, Gibran konkret mengatakan bahwa dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak harus menggunakan APBN semuanya. Namun Gibran juga akan menngunakan berbagai macam investasi baik dari swasta dan luar negeri.
"Ini banyak yang gagal paham soal IKN, proyek itu tidak sepenuhnya pakai APBN. Hanya 20 persen. Sisanya investasi swasta dan luar negeri," ujar Gibran dalam debat kedua semalam.
Dia pun menyebut sudah ada dua investor yang saat ini bersedia mendanai pembangunan IKN. Gibran mengatakan sangat serius dalam melanjutkan berbagai program Presiden Joko Widodo termasuk IKN.
"Ini sudah banyak investor yang masuk. Mayapada, Agung Sedayu, ke IKN," pungkas Gibran. (*/jay)
Editor : Jay Wijayanto