SURABAYA - Persebaya Surabaya kembali menelan hasil imbang saat menjamu Persis Solo pada lanjutan Liga 1 2023/2024, Rabu (13/12) malam.
Hasil imbang tersebut membuat Persebaya kembali belum merasakan kemenangan selama delapan kali pertandingan setelah Sabtu (9/12) lalu juga ditahan imbang Persija Jakarta 1-1 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya.
Hasil buruk ini membuat Bonek kembali meluapkan kekecewaannya kepada manajemen.
Mereka melakukan aksi dengan menunggu manajemen di pintu keluar bus pemain. Sebelumnya, Bonek juga sempat meluapkan kekecewaan terhadap penampilan Persebaya dengan menyalakan flare di akhir pertandingan.
Setelah menunggu, terlihat Direktur Operasional Persebaya Surabaya, Candra Wahyudi, muncul menemui Bonek. Namun kali ini Candra tak lagi didampingi manajer Yahya Alkatiri.
Kepada Bonek, Candra menegaskan bahwa Yahya Alkatiri sudah tidak ada di manajemen.
"Hari ini tidak ada manajer Yahya Alkatiri di bench, dan kami manajemen memastikan sampai berakhir musim ini (tidak ada). Artinya beliau (Yahya, Red) tidak ada lagi di Persebaya," tegas Candra saat menemui Bonek, Rabu (13/12) malam.
Mendengar ucapan Candra ini, Bonek pun meminta bukti konkret atas mundurnya Yahya sebagai manajer Persebaya.
"Apa yang jadi tuntutan manajer mundur sudah mulai hari ini (Rabu, Red) tapi untuk bukti ditunggu saja," tegas Candra.
Aksi Bonek ini bukan pertama kali. Sebelumnya di kantor Persebaya di Sutos, mereka juga menuntut perbaikan di tubuh Persebaya dengan mengembalikan marwah Green Force.
Baca Juga: MIRIS! Makin Banyak Anak Jadi Pasien RSJ Menur gegara Kecanduan Gadget
Jika Persebaya gagal menang dan merebut minimal 7 poin pada putaran kedua, maka manajer Yahya Alkatiri harus out.
Kini, Bonek kembali menyuarakan tuntutan agar Yahya mundur karena prestasi Persebaya kurang moncer. Usai ditahan imbang 1-1 Persija Jakarta, persebaya kembali hanya main imbang 1-1 lawan Persis Solo.
"Terkait tuntutan semua, kami (manajemen, Red) ingin hasil buruk ini berakhir. Dan perlu diketahui bersama, untuk perbaikan tim dengan penambahan pemain sudah tidak bisa dilakukan," terang Candra.
Candra memberikan garansi kepada Bonek jika di akhir musim Persebaya terus mengalami trend buruk dengan hasil yang tidak maksimal maka ia memerintahkan Bonek untuk menghukum Persebaya.
"Masih ada sisa 13 pertandingan. Jika nanti sampai di akhir musim tidak ada hasil maksimal dan tidak sesuai harapan, silahkan hukum Persebaya, omongan saya silahkan pegang," tegasnya.
Di musim ini, Persebaya tercatat sudah delpana kali tidak pernah menang. Bahkan musim ini menjadi rekor terburuk sejak 2017.
Sementara itu salah satu koordinator Bonek, Syaiful Antoni mengatakan, sebuah kemenangan perlu ada kesungguhan dari pelatih dan pemain.
Apalagi pemain Persebaya digaji dan tidak pernah telat. Bonek juga membeli tiket nonton ke stadion. Tapi ia menilai tidak ada kesungguhan dari manajemen untuk memperbaiki performa Persebaya.
"Keinginan kami sederhana, kembalikan marwah Persebaya," ujar pria yang akrab disapa Chapo Ipul itu.
Ia kembali menegaskan bahwa Persebaya tidak lepas dari simbol perjuangan kepahlawanan Surabaya. Oleh karena itu ia meminta manajemen, pelatih dan pemain untuk berjuang dengan sungguh-sungguh.
"Berjuanglah sebagai pejuang bukan sebagai pecundang," tegas Chapo Ipul di depan manajemen Persebaya. (rmt/jay)
Editor : Jay Wijayanto