Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

BKKBN Jatim Gandeng Jurnalis Gencarkan Sosialisasi Cegah Pernikahan Dini di Sekolah

Mus Purmadani • Rabu, 29 November 2023 | 01:24 WIB
SOSIALISASI: Cegah pernikahan dini dengan menggelar sosialisasi di lembaga pendidikan.
SOSIALISASI: Cegah pernikahan dini dengan menggelar sosialisasi di lembaga pendidikan.

SURABAYA - Jumlah kasus pernikahan dini dari tahun ke tahun menunjukkan penurunan yang signifikan.

Mengutip situs Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), data pengadilan agama atas permohonan dispensasi perkawinan usia anak menunjukkan, tahun 2021 tercatat 65 ribu kasus dan tahun 2022 tercatat 55 ribu pengajuan dispensasi nikah.

Melihat hal ini, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Provinsi Jawa Timur bersama Kelompok Kerja Insan Jurnalistik Keluarga Berencana (PIJAR) Jatim terus mensosialisasikan program Pendewasaan Usia Perkawinan.

Melalui kegiatan PIJAR Jatim Goes to School Stop Pernikahan Dini dan Kehamilan Tidak Diinginkan, kali ini menyasar 1.000 lebih siswa SMKN 2 Surabaya untuk diberikan wawasan.

Sekretaris Badan BKKBN Jatim, Nyigit Wudi Amini menjelaskan menurut literasi penurunan pernikahan dini bisa menyumbang 30 penurunan stunting. "Kegiatan ini merupakan salah satu upaya penurunan stunting dari hulu yaitu remaja atau pelajar," katanya kepada Radar Surabaya, Senin (27/11).

Sementara itu Pembina Program Keluarga Berencana Keluarga Reproduksi (KBKR) Dr Sofyan Rizallanda mengatakan sosialisasi dan edukasi ini merupakan kolaborasi bersama BKKBN bersama masyarakat. Karena tidak bisa bekerja sendiri.

Oleh sebab itu, BKKBN mengajak masyarakat dan para siswa untuk terlibat dalam deklarasi Stop Pernikahan Dini dan Kehamilan Tak Diinginkan.

"Ini menjadi harapan kami untuk menekan angka pernikahan dini di Jatim. Melihat para siswa yang antusias ini menjadi langkah baik progres baik karena mereka juga menolak pernikahan dini," tambah dia.

Sofyan mengaku terus berupaya untuk meningkatkan intensitas dalam berbagai bentuk sosialisasi yang diisi dengan pesan-pesan untuk siswa dan remaja agar menjauhi hal-hal yang merugikan mereka.

Kepala SMKN 2 Surabaya, Bambang Poerwowidiantoro menyambut baik deklarasi yang dilakukan BKKBN Jatim dan Pilar Jatim. Pihaknya berharap dari materi yang disampaikan dijadikan bekal oleh siswa.

"Jangan sampai terjadi pernikahan dini dan kelahiran yang tidak di inginkan karena generasi masa depan mereka menentukan. Justru kita fokuskan dan persiapkan pendidikan, keterampilan lifeskill, kesetaraan gender harus dipertajam. Jangan sampai terjadi antara laki-laki dan perempuan saling mengungguli. Kalau meraih prestasi jangan jadikan itu adu kekuatan baik laki-laki ataupun perempuan. Kalau anak-anak pandai mempersiapkan diri dengan baik, ini akan baik untuk masa depan keturunan mereka," jelasnya.

Baca Juga: Jadi Jurkam Pasangan Ganjar-Mahfud, Eri Cahyadi Enggan Cuti, Ini yang Ditunggu!

Sejauh ini, lanjut Bambang, sekolah juga memberikan wawasan dan edukasi yang diberikan di sela-sela jam. Pelajaran. Edukasi pernikahan dini ini juga disampaikan dalam kegiatan pramuka, OSIS juga disampaikan mempersiapkan diri untuk masa depan juga penting.

"Tidak hanya siswa, orangtua juga kami beri pandangan dan kami ajak bekerjasama untuk menyiapkan masa depan putra-putrinya. Jangan sampai ketika anak-anak belajar masih belum faham berumah tangga dipaksa menikah. Kita mendorong orangtua untuk menyiapkan anak-anak di rumah," pungkasnya. (mus/rak)

Editor : Jay Wijayanto
#Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak #Pernikahan Dini