JAKARTA - Basis pemilih PDI Perjuangan (PDIP) dinilai semakin merapatkan dukungan kepada pasangan Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Imbasnya semakin memperbesar peluang Prabowo-Gibran memenangkan pertarungan Pilpres 2024 mendatang.
Hasil survei Polling Institute 15-17 November 2023 mencatatkan, pada simulasi basis partai, elektabilitas Prabowo-Gibran cukup kuat. Terkhusus untuk pendukung PDIP, Prabowo-Gibran sukses mendapat dukungan sebesar 27,1 persen.
"Pilihan partai di kalangan PDIP ini sudah terjadi penurunan kalau sebelumnya tegak lurus Ganjar-Mahfud di atas 70 persen, kini menjadi 66,6 persen, dan lebih condong ke pasangan Prabowo-Gibran," kata Peneliti Polling Institute, Kennedy Muslim dalam keterangannya, Jum'at (24/11/2023).
Belum solid pemilih PDIP menurut Kennedy dikarenakan adanya efek dari Gibran yang menjadi cawapres Prabowo di Pilpres 2024. Adanya Gibran sebagai cawapres itu dianggap mampu memberikan kekuatan tambahan terhadap Prabowo.
Selain itu, dia menambahkan ada efek dari Jokowi yang mendukung Prabowo-Gibran. Sehingga irisan basis pemilih PDIP itu memilih Prabowo-Gibran yang berdampak positif untuk meraih kemenangan di Pilpres 2024 nanti.
"Tentu hadirnya dukungan PDIP ke Prabowo-Gibran karena adanya efek Jokowi dan anaknya," tambah Kennedy.
Karena itu, elektabilitas Prabowo-Gibran sangat tinggi dalam hasil simulasi pasangan. Dalam survei tersebut terekam jelas elektabilitas Prabowo-Gibran tinggi dengan hasil 43,2 persen ungguli Anies-Muhaimin 24,3 persen, dan Ganjar-Mahfud 24,1 persen.
"Dalam simulasi ini tampak Prabowo-Gibran mengalami kenaikan, sedangkan Ganjar-Mahfud mengalami penurunan," pungkas Kennedy. (*/jay)