JAKARTA - Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) Nomor Urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dinilai mendapatkan sumbangan suara dari Capres PDI Perjuangan Ganjar Pranowo. Imbasnya membuat elektabilitas Prabowo-GIbran semakin menguat untuk Pilpres 2024.
Langkah Prabowo menggandeng Gibran sebagai cawapres dinilai sebuah keputusan yang memberi dampak elektoral besar. Sebab, Kehadiran Gibran berhasil menggeser sebagian pendukung Ganjar dan bermigrasi ke Prabowo.
“Pak Prabowo setelah berpasangan itu justru meningkat elektabilitasnya. Jadi cukup besar memgambi ceruk suara dari Pak Ganjar,” kata Peneliti Populi Center Usep Saepul Ahyar dalam paparannya di Bedah Survei dikutip pada, Jumat (17/11).
Tingginya elektabilitas Prabowo-Gibran terekam dalam hasil jajak pendapat Populi Center periode 29 Oktober hingga 5 November 2023. Pasangan nomor urut 2 itu mendapat elektabilitas tertinggi dengan 43,1 persen.
Hasil temuan itu mengalahkan pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD yang mendapat elektabilitas sebesar 23 persen. Sedangkan pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar berada di posisi ketiga dengan elektabilitas sebesar 22,3 persen.
Lebih lanjut Usep menyebut, terdapat beberapa hal yang menyebabkan terjadinya swing voter. Menurutnya, para pemilih hingga pencoblosan nanti masih berpotensi besar mengubah pilihannya.
“Sebenarnya migrasi itu banyak hal yang mempengaruhi dan itu akan terjadi terus menerus sampai pemiihan nanti,” ucap Usep.
Menurut dia adanya persamaan ideologi yang ditangkap oleh pendukung Prabowo-Gibran dan Ganjar-Mahfud MD. Persamaan ideologi itulah yang menjadikan pendukung Prabowo-Gibran dan Ganjar-Mahfud saling beririsan.
“Saya melihat antar dua pasangan ini pemilihnya saring beririsan,” pungkasnya. (*/jay)
Editor : Jay Wijayanto