Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Tiga Penerbang Pesawat Jatuh TNI AU di Pasuruan Ditemukan Meninggal Dunia, Satu Pilot Masih Dicari

Jay Wijayanto • Jumat, 17 November 2023 | 01:41 WIB
Pesawat Super Tucano yang  jatuh di kawasan hutan dan perbukitan di Desa Keduwung, Kecamatan Poso, Kab. Pasuruan, Kamis (16/11). (tni-au.mil.id)
Pesawat Super Tucano yang jatuh di kawasan hutan dan perbukitan di Desa Keduwung, Kecamatan Poso, Kab. Pasuruan, Kamis (16/11). (tni-au.mil.id)

PASURUAN - Proses evakuasi jatuhnya dua pesawat Super Tucano milik TNI AU di Desa Keduwung, Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan, terus dilakukan tim SAR.

Sampai saat ini tiga jenazah penerbang awak pesawat dilaporkan sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Tim masih terus melakukan pencarian untuk mengetahui nasib satu penerbang lainnya yang belum ditemukan. 

Diketahui masing-masing pesawat buatan Brasil ini dikemudikan oleh dua awak.

Yakni Letkol Pnb Sandhra Gunawan (Frontseater/duduk depan) yang didampingi Kolonel Adm Widiono (Backseater/duduk belakang). Keduanya awak pesawat Super Tucano dengan tail number atau nomor ekor TT-3111.

Pesawat kedua dengan jenis yang sama yakni Super Tucano dengan tail number TT-3103 diawaki oleh Mayor Pnb Yuda A. Seta (Frontseater) bersama Kolonel Pnb Subhan (Backseater).

"Saat ini dua jenazah yang sudah ditemukan adalah almarhum Mayor Pnb Yuda Seta dan Kolonel Pnb Subhan," terang Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI R. Agung Sasongkojati seperti diterima Jawa Pos, Kamis (16/11).

Ia menyampaikan, tim penyelemat juga telah menemukan jenazah Kolonel Adm Widiono. Namun Letkol Pnb Sandhra Gunawan belum ditemukan dan diketahui nasibnya. Untuk itu pencarian terus dilakukan di lokasi yang jauh dari permukiman warga di tengah hutan.

Agung menyampaikan, jenazah yang telah ditemukan langsung dievakuasi dan diterbangkan ke Skadron Udara 21 Lanud Abdulrachman Saleh Malang. "Dua jenazah bergerak ke atas oleh SAR ke Lanud Abdulrachman Saleh," jelas Agung.

Diketahui, peristiwa kecelakaan ini tersiar pertama kali dari beredarnya video amatir warga yang menemukan puing pesawat.

Dari video yang beredar pesawat berwarna abu-abu milik TNI AU itu tampak jatuh di area perbukitan. Pesawat rusak parah. Terlihat ada api menyala di bagian kokpit pesawat, bahkan sempat terdengar ledakan.

Dalam video itu terlihat pesawat memiliki nomor ekor TT-3103. Terdapat pula gambar bendera Merah Putih. Posisi ekor pesawat sudah terpisah dari badannya. 

TNI AU pun mengonfirmasi mengenai jatuhnya pesawat tempur miliknya. Pesawat yang hilang kontak ada dua unit. Keduanya adalah pesawat EMB 314 Super Tucano.

Rute penerbangan kedua pesawat dari Skadron Udara 21 Lanud Abdulrachman Saleh Malang pada Kamis (16/11) siang. Kedua pesawat kemudian hilang kontak di daerah Pasuruan, Jawa Timur.

"Pesawat dengan tail number TT-3103 dan TT-3111 mengalami lost contact saat melaksanakan misi Profisiensi Formation Flight dengan rute penerbangan Lanud Abd Saleh - Area Latihan – Lanud Abd," kata Kadispenau Marsekal Pertama TNI R. Agung Sasongkojati.

Pesawat tercatat take off dari Lanud Abdulrachman Saleh pukul 10.51 WIB dan dinyatakan hilang kontak pukul 11.18 WIB. Pesawat diduga jatuh sekitar pukul 12.12. (jpc/ant/jay)

Editor : Jay Wijayanto
#pasuruan #super tucano #pesawat jatuh #tni au