SURABAYA - Sendy alias Eza sebagai pencuri motor teman wanitanya, tidak hanya beraksi di Surabaya.
Ia juga beraksi di wilayah Malang, Jogjakarta, dan Bogor, Jawa Barat.
Beberapa korban yang melapor di antaranya L, mahasiswi kampus Surabaya Selatan asal Lamongan, FT, warga Malang Kota, FN, warga Sleman, RY, warga Tamansari, Bogor dan AS, warga Sleman.
Kapolsek Wonocolo Kompol M Soleh mengatakan, tersangka cukup licin dalam menjalankan aksi pencurian motor.
"Korbanya ada dari Malang, Jogja dan Jawa Barat. Tapi baru tertangkap kali ini," ujarnya kepada Radar Surabaya, Selasa (31/10).
Dijelaskan Soleh, tersangka Sendy beraksi sendiri.
Sendy menggunakan modus mencari korban lewat aplikasi Omi.
Di dalam aplikasi tersebut, tersangka memajang foto dirinya untuk menarik perhatian lawan jenis atau calon korban.
"Dia nggak pakai jimat atau aji-aji. Hanya modus membujuk rayu, diajak ketemu. Terus saat korban lengah dia curi motornya," sebutnya.
Mantan Kapolsek Sukolilo ini menyebut tersangka melancarkan aksi pertamanya pada awal tahun 2023.
Pihaknya mengimbau kepada masyarakat, khususnya perempuan, untuk tidak mudah terbujuk oleh modus seperti yang dilakukan tersangka.
Sementara tersangka Sendy mengaku sebelumnya di Jakarta bekerja di gudang pabrik sparepart.
Ia kemudian melakukan aksi pencurian motor dengan modus mencari korban lewat aplikasi Omi.
"Sebanyak 11 kali di Surabaya dan luar Surabaya. Yang dua (motor Vario dan Beat) belum saya jual," akunya.
Diberitakan sebelumbya, berakhir sudah pelarian Sendy alias Eza, 22, sebagai pelaku pencurian motor milik perempuan dengan modus diajak kencan.
Kini tersangka asal Kelurahan Tugu Selatan Koja, Jakarta Utara yang tinggal kos di sekitar Terminal Bungurasih, Waru Sidoarjo mendekam di tahanan Mapolsek Wonocolo.
Kapolsek Wonocolo Kompol M Soleh mengungkapkan, kasus pencurian terungkap setelah korban L, mahasiswi asal Lamongan, melapor ke Polsek Wonocolo menjadi korban pencurian motor oleh tersangka.
Saat itu awalnya, tersangka kenal dengan korban melalui aplikasi Omi.
Setelah terlibat komunikasi intens keduanya kenal dekat dan menjalin hubungan.
Tersangka lalu mengajak korban kencan di penginapan Jalan Sidosermo, Surabaya, Minggu (15/10) pagi.
Saat itu tersangka sudah mengincar motor Honda Vario milik korban.
Saat korban tertidur dalam kamar, tersangka mencuri motor, ATM, dan HP korban.
Dia lalu kabur meninggalkan korban.
Usai menjadi korban pencurian, korban lalu melapor ke Polsek Wonocolo.
Polisi melakukan penyelidikan dan berhasil mengidentifikasi pelaku.
Seminggu dilakukan pengejaran, tersangka terdeteksi berada di Malang.
Setelah dikejar ke Malang, tersangka berhasil kabur.
Kemudian tersangka ditangkap di kos sekitar Bungurasih, Sidoarjo.
"Tersangka sudah 11 kali melakukan aksi pencurian motor dengan modus sama. Dia kenalan dengan korban melalui Omi terus diajak jalan atau kencan," ujarnya, Senin (30/10).
Tersangka meyakinkan korban dengan mengaku sebagai pegawai swasta dan instansi pemerintahan.
Menurutnya, untuk mendekati korban, tersangka butuh waktu selama satu minggu.
Setelah dibujuk rayu, tersangka mengajak korban bertemu.
"Ada korban yang diajak bersetubuh. Jadi korban cewek semua, ada mahasiswa, usia dewasa dan pekerja," sebutnya.
Tersangka Sendy alias Eza mengaku mencari korban lewat aplikasi Omi.
Kemudian dipacari dan dicuri motornya.
"Sudah 11 kali. Baru pertama kali ditangkap," ucapnya.
Eza mengaku motor hasil pencurian dijual melalui Facebook dengan akun palsu atas nama M Rehan.
Setelah ada pembeli, kemudian transaksi bertemu langsung.
"Motor rata-rata matik, jual laku Rp 4 juta hingga Rp 5 juta. Uangnya dipakai untuk sehari-hari, bayar kos dan bayar utang," akunya. (rus/opi)
Editor : Nofilawati Anisa