SURABAYA - Kejuaraan Tenis ITF Widjojo Soejono Internasional Junior Championship ke-40 resmi dibuka, Senin (2/10) di lapangan tenis Kodam V Brawijaya.
Ada 525 atlet dari 20 negara yang bertanding di beberapa lapangan tenis seperti lapangan tenis Kodam V Brawijaya, lapangan tenis Marinir Gunung Sari Surabaya, lapangan tenis PDAM Surya Sembada Ngangel, hingga lapangan tenis Adityawarman.
Pertandingan internasional ini diharapkan bisa memberikan motivasi kepada atlet tenis Indonesia.
Khususnya atlet tenis Jawa Timur, supaya bisa terus menunjukkan penampilannya dan meraih prestasi.
Apalagi pertandingan kali ini diliputi cuaca panas kota Surabaya, namun hal ini tidak menyurutkan semangat para atlet untuk bertanding.
"Harapnya atlet tenis di Jawa Timur bisa lebih bersemangat meraih prestasi. Tidak hanya dari Jawa Timur saja karena acara ini diikuti oleh daerah lain, tentu kita harus fair bahwa tidak menutup kemungkinan dari daerah lain," kata Ketua Umum Pengurus Provinsi Persatuan Tenis Indonesia (Pengprov Pelti) Jawa Timur Husein Latief.
Tidak hanya dalam pertandingan di kejuaraan tenis Widjojo Soejono saja, namun para atlet juga diharapkan bisa rutin berlatih untuk pertandingan internasional selanjutnya.
"Biasanya setelah pertandingan tenis Widjojo Soejono ada lanjutan turnamen internasional. Nah dari sinilah diharapkan muncul bintang tenis baru," harapnya.
Husein juga mengaku bahwa pertandingan kali ini penuh engan tantangan.
Salah satunya adalah soal cuaca di Kota Pahlawan yang relatif panas dalam beberapa pekan terakhir.
Jika nantinya cuaca mencapai 41 derajat maka pertandingan akan dihentikan, sementara menunggu cuaca stabil baru dilanjutkan.
"Ketentuannya jika cuaca 41 derajat nanti dioff kan dulu, kita tunggu cuaca di bawahnya. Kita juga sudah siapkan tim medis dan ambulance. Mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa," tuturnya
Acara tersebut dibuka langsung oleh Pangdam Brawijaya V Mayjen TNI Farid Makruf.
Mayjen TNI Farid mengucapkan terima kasih kepada almarhum Widjojo Soejono yang atas jasanya telah memikirkan atlet tenis untuk bisa berkembang dan meningkatkan prestasi.
"Para atlet kita bisa berlomba dengan atlet internasional tanpa ke luar negeri dan inilah jawabannya yang sudah dilakukan oleh almarhum bapak Widjojo Soejono. Semoga para atlet bisa memaksimalkan event ini untuk meningkatkan prestasi," kata Mayjen TNI Farid.
Sementara itu cucu almarhum Jenderal TNI (Purn) Widjojo Soejono, Roy Pandhu Widjojo juga berharap untuk terus berkomitmen menggelar pertandingan internasional tenis Widjojo Soejono.
"Insyaallah kita komitmen support terus untuk prestasi atlet tenis muda. Dan ini juga bisa membangkitkan di sektor lainnya," ujar Roy.
Sekum Pengprov Pelti Jawa Timur, Didik Utomo Pribadi mengatakan peserta Kejuaraan Tenis ITF Widjojo Soejono Internasional Junior Championship ke-40 sesuai dengan target.
Sehingga pihaknya menambahkan lapangan pertandingan, agar para atlet tidak menunggu terlalu malam bertanding.
"Semoga bisa berjalan dengan baik. Dan prediksi kita hari Sabtu sudah selesai," kata Didik.
Ia juga mengaku dalam event kejuaraan ini mendapatkan penalti, karena tidak memenuhi lapangan 8 komunal outdoor.
Oleh karena itu diharapkan lapangan tenis di Surabaya bisa banyak lapangan outdoor untuk pertandingan internasional.
"Kita mendapatkan penalti menjadi 32 drawing karena tidak semua lapangan outdoor 8 komunal. Andaikan bisa outdoor semua kita bisa dalam 64 drawing putra dan putri dan bisa banyak negera yang datang," ungkapnya.
Dalam pertandingan itu diikuti oleh 20 negara, antara lain Australia, Hongkong, Thailand, China, Italia, India, Korea Selatan, Jepang, Filipina, Taipe, Singapura, Rumania, Swiss, Malaysia, Kamboja, Vietnam, Inggris Selandia Baru, dan Indonesia. (rmt/opi)
Editor : Nofilawati Anisa