Ahmad mengatakan tidak masalah jika KIB mengusung calon presiden dari kader internal koalisi tersebut. Namun untuk wakilnya jika dipilih dari kader partai di dalam koalisi tersebut bakal berpeluang menimbulkan konflik.
Peneliti Bidang Politik The Indonesian Institute (TII) itu mengatakan figur Erick Thohir sangat potensial untuk diusung KIB. Selain bisa membuat koalisi semakin solid, Erick Thohir juga memiliki elektabilitas yang sangat mumpuni.
Seperti pada temuan terbaru lembaga survei Indikator. Nama Erick Thohir berhasil bercokol di peringkat teratas dengan mengungguli nama-nama lain seperti Ridwan Kamil, Agus Harimurti Yudhoyono, hingga Khofifah Indar Parawansa.
"Misalnya KIB mengusung capres dari koalisi itu tidak masalah namun ketika memutuskan wakil dari salah satu partai maka koalisi bisa melemah. Memang baiknya mengusung non-partai yaitu Pak Erick Thohir," ujar Ahmad.
Lebih lanjut Ahmad menuturkan bahwa selain elektabilitasnya yang mumpuni, Erick Thohir juga kerap dinarasikan sebagai menteri andalan Jokowi yang paling mampu melanjutkan program-programnya. Sehingga hal tersebut menjadi daya pikat partai-partai sebab basis pemilih Jokowi disinyalir bakal mendarat ke Erick Thohir.
"Pak Erick Thohir memang menjadi pertimbangan parpol dan capres untuk diusung. Karena Pak Erick Thohir ini memiliki kedekatan dengan Pak Jokowi," pungkasnya. (*/jay) Editor : Administrator