Sayyid Fadhil merupakan cicit generasi ke-25 dari Sulthanul Auliya Syekh Abdul Qadir al-Jilani. Pada kesempatan itu, Khofifah mendapatkan hadiah spesial yakni enam jilid lengkap kitab tafsir Al-Jailani.
Hadiah tersebut cukup istimewa lantaran Assayid Assyarif Syekh Muhammad Fadhil Al-Jilani Al-Hasani merupakan peneliti manuskrip kitab turots ternama, terutama turots-turots Syekh Abdul Qadir al-Jilani al-Hasani al-Husaini.
“Kami hadiahkan kitab tafsir ini untuk saudari saya Ibu Khofifah. Sebagaimana Nabi Muhammad SAW selalu mengangkat persaudaraan di antara para sahabat. Saya ingin menjadikan Ibu Khofifah sebagai saudara saya, ini saudara saya dunia akhirat. Seperti perintah Rasulullah SAW antara Sayyidina Ali dan para sahabat. Semua bersaudara seperti yang diperintahkan Rasulullah SAW," tutur Sayyid Fadhil Al-Jilani.
Lebih lanjut ulama besar yang hingga kini masih aktif sebagai dosen di American University for Human Sciences, California itu memberikan banyak petuah pada Gubernur Khofifah dan juga seluruh tamu undangan yang hadir di Gedung Negara Grahadi.
Di antaranya tentang pentingnya seorang pemimpin untuk berlaku adil, memberikan perhatian pada masyarakat yang berkondisi fakir dan miskin, serta agar selalu menyanyangi anak yatim.
Ulama yang juga Pimpinan Umum Markaz al-Jilani, Istanbul, Turki, ini juga memberikan banyak nasehat tentang pentingnya sikap toleransi dan moderasi yang harus dipegang teguh setiap insan manusia.
Sementara itu, Gubernur Khofifah menyampaikan terima kasih karena ulama besar Maulana Assayyid Assyarif Syeikh Prof Dr Muhammad Fadhil Al-Jilani Al-Hasani berkenan berbagi ilmu, menyempatkan waktunya untuk menyapa masyarakat Jawa Timur.
Termasuk hadiah istimewa berupa enam jilid kitab tafsir Al-Jilani yang diberikan kepadanya. Menurut Gubernur Khofifah hadiah tersebut sangat berarti dan sebuah kehormatan karena menerima langsung karya tersohor dari ulama sekelas beliau.
Tidak hanya itu, Gubernur Khofifah juga menyampaikan bahwa pesan-pesan yang disampaikan Syeikh Fadhil sangat penting dan relevan dengan kondisi umat manusia saat ini. Khususnya tentang bagaimana menjaga toleransi dan moderasi. (mus/rak) Editor : Administrator