Ketua DPP PDI Perjuangan Djarot Syaiful Hidayat mengatakan, keputusan untuk menunjuk Plt ketua DPD PDI Perjuangan Jatim bermula dari permohonan pengunduran diri dari Kusnadi beberapa waktu lalu. Kusnadi yang juga Ketua DPRD Jatim ingin fokus pada persoalan hukum yang saat ini menimpanya. Perkara hukum itu terkait penetapan Wakil Ketua DPRD Jatim Sahat Tua Parlindungan Simanjuntak sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Bapak Kusnadi dalam kapasitas sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur mengajukan pengunduran diri agar bisa berkonsentrasi pada proses penegakan hukum tersebut. DPP partai mengabulkan permohonan itu," kata Djarot kemarin.
Djarot menambahkan, PDIP tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah dan mengapresiasi pilihan yang diambil Kusnadi dengan mundur dari jabatan di partai. "Apa yang dilakukan Pak Kusnadi sebagai sikap ksatria. Sikap bertanggung jawab di dalam mengedepankan kepentingan partai di atas kepentingan pribadi dan golongan," terangnya.
Mengenai penegakan hukum yang dilakukan KPK di Jawa Timur pasca OTT pada Desember 2022 lalu, menurut Djarot, terus dicermati oleh PDIP. "Ketua Umum PDI Perjuangan Ibu Megawati Soekarnoputri juga terus mengingatkan kepada kader partai untuk tidak melakukan korupsi dan menyalahgunakan kekuasaan," jelasnya.
Lebih lanjut Djarot mengatakan, meski mundur dari jabatan ketua DPD PDIP Jawa Timur, Kusnadi tetap diberi tugas sebagai Ketua DPRD Jatim. Pihaknya saat ini masih berkonsentrasi pada internal partai. "Pengunduran Pak Kusnadi dari jabatannya sebagai ketua DPD PDI Perjuangan, kami apresiasi karena tidak ingin menganggu proses konsolidasi dalam rangka pileg dan pilpres," katanya.
Sementara itu, MH Said Abdullah membenarkan dirinya ditunjuk sebagai Plt Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur. Menurut dia, selama dua bulan ke depan dirinya diberi tugas dari partai untuk sejumlah hal prioritas. "Kepemimpinan saya di DPD PDI Perjuangan Jatim yang utama adalah menjaga moral dan soliditas partai di Jatim," katanya.
Said merupakan politisi asal Sumenep, Madura. Dari sejumlah catatan, pada tahun 2014 hingga 2019, Said pernah ditugasi sebagai bendahara DPD PDIP Jawa Timur Bidang Kemaritiman. Kemudian Ketua DPP PDIP Bidang Perekonomian hingga saat ini.
"Saya harap semua petugas dan kader PDI Perjuangan tegak lurus tanpa keraguan untuk terus menggelorakan kerja kerakyatan dan kerja gotong royong sesama kader partai," jelasnya.
Menurut Said, pihaknya tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah. "Jangan hancurkan nama baik keluarga dan nama baik partai. Jangan khianati kepercayaan yang telah diberikan oleh rakyat atas jabatan jabatan publik yang diemban oleh seluruh petugas partai," ungkapnya. (mus/rek) Editor : Administrator