Inspektur Komando Armada (Irkoarmada) II Laksamana Pertama (Laksma) TNI Eriyawan mengatakan, dukungan TNI AL ke Pulau Bawean tersebut merupakan amanat KSAL Laksamana Muhammad Ali.
“Koarmada II mengerahkan KRI dr Soeharso yang bertipe Landing Platform Dock (LPD) untuk mendukung keterbatasan transportasi ke Pulau Bawean,” katanya, Kamis (29/12).
Selain itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menganjurkan untuk meniadakan pelayaran ke Pulau Bawean. “Dikarenakan dalam masa-masa ini badai dan cuaca yang tidak menentu,” ucapnya.
Tak hanya itu. Koarmada II juga membawa bantuan sosial (bansos) berupa sembako untuk masyarakat yang terisolasi akibat tidak bisa masuknya bahan-bahan pangan dan lainnya. Sebanyak 60 ton beras, makanan instan 200 kardus, genset PLN ada empat unit, peralatan komunikasi 21 unit, dan obat-obatan 450 kilogram.
Sebanyak 599 penumpang yang akan menaiki KRI dr Soeharso datang di Koarmada II menggunakan 12 bus dan dua unit truk tertutup milik Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Gresik.
Salah seorang warga Sangkapura yang juga guru SD UPT 334 Bawean Maladdatun A’yun mengatakan mendapat info melalui sosial media kalau akan ada keberangkatan menggunakan kapal TNI AL ke Bawean.
“Saya sudah satu minggu terlantar, dikarenakan besarnya gelombang sehingga kami tidak bisa pulang, akhirnya saya ke rumah saudara di Malang. Setelah mendengar dari WA dan medsos ada kapal, kami langsung ke Gresik lagi untuk didata pulang ke Bawean,” katanya. (gun/rek) Editor : Administrator