Tenaga ahli utama Kantor Staf Presiden (KSP), Sigit Pamungkas, yang dihubungi ANTARA melalui pesan singkat di Jakarta, Jumat, membenarkan kabar wafatnya mantan politisi Partai Golkar itu.
"Saya sudah menghubungi Hanifah Husein, istri almarhum (Ferry Mursyidan) untuk memastikan kabar tersebut. Benar, Abang Ferry Mursyidan Baldan telah meninggal dunia," kata Sigit.
Ferry ditemukan meninggal di dalam mobilnya warna hitam nopol B 1616 FH oleh petugas Hotel Bidakara Jakarta usai salat Jumat. Saat ditemukan, Ferry masih duduk di kursi pengemudi di belakang setir di parkiran mobil hotel tersebut. Diduga, almarhum terkena serangan jantung.
"Selepas Jumatan, pihak keluarga mendapat kabar dari pihak hotel bahwa Pak Ferry ditemukan meninggal di dalam mobil di basement," katanya.
Menurut keterangan, Ferry sebelumnya memang tengah mengikuti kegiatan Palang Merah Indonesia (PMI) di hotel tersebut. Namun kemudian, istri Ferry yang mencoba menghubungi suaminya tidak bisa sejak Kamis malam. Hingga tiba-tiba pihak hotel mengabarkan kabar duka tersebut.
Jenazah Ferry Mursyidan Baldan kini disemayamkan di rumah duka di Jalan Anggrek Cendrawasih IX/24, Slipi, Jakarta Barat. Sigit mengenang pertemuannya yang terakhir dengan Ferry saat menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) XI Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) di Kota Palu, Sulawesi Tengah.
Ia mendampingi Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, dan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud M.D.
Ferry Mursyidan Baldan lahir di Jakarta, 16 Juni 1961. Dia menjabat sebagai menteri ATR/kepala BPN periode 2014-2016 pada masa Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla.
Pada 27 Juli 2016, posisinya terkena reshuffle dan digantikan Sofyan Djalil. Ferry juga pernah menjadi anggota Komisi II DPR RI untuk periode 2004-2009 sekaligus Ketua Panitia Khusus Rancangan Undang-Undang Pemilu. (jpc/ant/jay) Editor : Administrator