Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Giliran Manajer Arema FC Diperiksa sebagai Saksi Tragedi Kanjuruhan

Lambertus Hurek • Jumat, 14 Oktober 2022 | 05:20 WIB
PASRAH: Manajer Arema FC Ali Rifki memberi keterangan kepada wartawan di Mapolda Jatim, Kamis (13/10). (MAHRUS/RADAR SURABAYA)
PASRAH: Manajer Arema FC Ali Rifki memberi keterangan kepada wartawan di Mapolda Jatim, Kamis (13/10). (MAHRUS/RADAR SURABAYA)
SURABAYA – Proses hukum tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, yang menewaskan 132 orang, Sabtu (1/10), terus bergulir. Manajer Arema FC Ali Rifki diperiksa sebagai saksi di Mapolda Jatim, Kamis (13/10). Ali Rifki dicecar 29 pertanyaan oleh penyidik.

"Delapan (pertanyaan) terkait data pribadi dan 21 pertanyaan. Ya, terkait pelaksanaan pertandingan Arema FC vs Surabaya dan tiket itu," ujar Ali Rifki.

Ali mengaku baru pertama kali menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Polda Jatim. Dia datang sendiri dan saat pemeriksaan didampingi seorang penasihat hukumnya.

Disinggung terkait jumlah tiket pertandingan yang dijual melebihi kapasitas, Ali enggan berkomentar banyak. "Saya kan manajer tim. Anda coba tanya ke panpel," ungkapnya.

Ali mengaku menghormati proses hukum yang sedang berjalan. "Saya mengapresiasi Presiden Pak Jokowi dan Kapolri yang sangat intens dan konsen mengurusi terkait masalah ini. Semoga ke depan bisa terang benerang, bisa diselesaikan dengan baik," harapnya.

Ali menambahkan, kunjungan manajemen Arema FC ke keluarga korban tragedi Kanjuruhan masih terus berjalan. Hingga Rabu (12/10) sudah hampir 100 keluarga korban dikunjungi pihak manajemen.

"Hari ini masih keliling tim saya. Tim saya ada dari Arema, ofisial, perwakilan Aremania, juga ada J99 foundation, lagi keliling ke rumah korban. Termasuk kemarin sore ada yang meninggal dunia atas nama Helen langsung didatangi," bebernya.

Adapun pemain dan pelatih Arema FC, lanjut Ali, sudah melakukan meeting. Namun, Ali mengakui belum bisa bergabung karena kesibukan mengurusi kunjungan ke keluarga korban. "Saya fokus di sana. Saya belum memikirkan atau meeting dengan para pemain dan pelatih. Tapi dapat info minggu depan mulai latihan," tandasnya.

Sebelumnya, Direktur PT Liga Indonesia Baru (LIB) Akhmad Hadian Lukita telah menjalani pemeriksaan di Mapolda Jatim selama 11 jam. Dia keluar ruang gedung Ditreskrimum Polda Jatim pada Rabu (12/10) pukul 22.00.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Dirmanto mengungkapkan, penyidik sudah menginterogasi Direktur PT LIB. "Ada 97 pertanyaan yang diajukan. Yang bersangkutan rencana akan dilakukan pemeriksaan kembali oleh penyidik," katanya.

Dia menambahkan, tiga orang tersangka dari anggota kepolisian juga telah diperiksa. Selain memeriksa tersangka, lanjut Dirmanto, penyidik pada Rabu (12/10) memeriksa 12 saksi terkait Tragedi Kanjuruhan.

"Pemeriksaan 12 orang saksi. Sepuluh di antaranya anggota Polri dan dua lainnya, ET, Ketua Komdis PSSI, dan EGS, pemegang hak siar Liga 1," sebutnya.

Kuasa Hukum Akhmad Hadian Lukita, Mustofa Abidin, membenarkan klienya dicecar 97 pertanyaan oleh penyidik. Pemeriksaan itu belum final.

"Artinya, kita masih setiap saat bisa dipanggil untuk melakukan pemeriksaan tambahan. Kita masih juga belum ada yang lengkapi dokumen-dokumen terkait apa yang disampaikan dalam keterangan kita tadi," katanya.

Mustofa menjelaskan, dokumen itu seperti legalitas PT LIB dan perjanjian PT LIB dengan pihak-pihak lain. Disinggung penentu jadwal pertandingan PT LIB atau stasiun televisi, Mustofa menyebut masih dalam pendalaman. (rus/rek) Editor : Lambertus Hurek
#Manajer Arema diperiksa #Korban Tragedi Kanjuruhan #Direktur LIB tersangka #pemeriksaan tersangka Kanjuruhan