Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Indonesia vs Nepal: Garuda Wajib Raih Tiga Poin

Lambertus Hurek • Senin, 13 Juni 2022 | 23:44 WIB
ANDALAN: Rachmat Irianto diharapkan tampil maksimal saat lawan Nepal. (PSSI)
ANDALAN: Rachmat Irianto diharapkan tampil maksimal saat lawan Nepal. (PSSI)
KUWAIT - Indonesia akan menghadapi Nepal pada pertandingan pemungkas Grup A Kualifikasi Piala Asia 2022 di Stadion Internasional Jeber Al Ahmad pada Rabu (15/6) dini hari WIB, ini menjadi laga penentuan bagi Indonesia untuk lolos ke putaran final Piala Asia 2023.

Jika ingin peluang lolos ke Piala Asia 2023 tetap terbuka, tim asuhan Shin Tae Yong ini harus menang atas Nepal. Di atas kertas Indonesia berpeluang untuk menang. Pemain Indonesia menunjukkan serangan yang cukup baik dalam dua pertandingan yang dilakoni di Grup A Kualifikasi Piala Asia 2023 yaitu melawan Kuwait dan Yordania.

Salah satunya Indonesia mengandalkan serangan lewat permainan cepat, pendek, dengan satu-dua sentuhan atau one-two. Permainan cepat dengan memainkan satu-dua sentuhan ini bisa menjadi salah satu senjata Indonesia untuk mengalahkan Nepal

Jika permainan satu-dua sentuhan yang diperagakan Marc Klok dan kawan-kawan mengalami kebuntuan, maka Tim Garuda bisa mencoba memaksimalkan serangan lewat bola-bola mati atau set piece.

Timnas Indonesia memiliki beberapa pemain yang punya kemampuan yang baik untuk mengeksekusi bola mati, baik sepak pojok ataupun tendangan bebas di antaranya Marc Klok dan Saddil Ramdani.

Keduanya dapat memilih untuk mengirimkan umpan kepada pemain-pemain Indonesia berpostur tinggi untuk memenangkan duel udara melawan bek Nepal atau menembak langsung ke arah gawang lawan.

Selain itu Indonesia juga memiliki pemain yang mampu melepaskan lemparan ke dalam jarak jauh yakni Pratama Arhan. Kelebihan Arhan ini juga bisa menjadi salah satu senjata Indonesia untuk mencetak gol ke gawang Nepal.

Pemain Indonesia memiliki kemampuan olah bola, kelincahan, serta kecepatan terlebih para pemain sayap. Permainan sayap kerap menjadi kunci utama penyerangan Indonesia, baik melalui serangan yang dibangun dari bawah (build-up) maupun melalui skema serangan balik.

Dengan kecepatan dan olah bola yang baik para pemain Indonesia bisa mencoba melakukan penetrasi atau melakukan aksi individual untuk membongkar pertahanan Nepal guna mencetak gol.

Saat ini Indonesia menempati posisi runner-up Grup A dengan tiga poin, di bawah Yordania yang mengumpulkan enam poin. Adapun Kuwait di peringkat ketiga dengan poin tiga, sama seperti Indonesia tetapi Tim Merah Putih unggul head to head.

Dalam catatan, Indonesia dan Nepal baru sekali berhadapan. Momen itu terjadi pada 25 Juni 2014, pertandingannya berlangsung di Malang, Jawa Timur. Saat bertanding di Stadion Gajayana, Indonesia memetik kemenangan 2-0. Saat itu, Indonesia mampu unggul sepat berkat gol dari Samsul Arif pada menit kelima.

Indonesia baru bisa menggandakan keunggulan pada menit ke-82. Tendangan Hendro Siswanto yang mampu membawa Indonesia mengunci kemenangan.
Saat itu, Indonesia masih dilatih oleh Alfred Riedl. Pemain-pemain yang berlaga ada Immanuel Wanggai, Firman Utina, Dedi Hartono, Zulham Zamrun, sampai Teguh Amiruddin. (pps/rak) Editor : Lambertus Hurek
#kualifikasi Piala Asia 2023 #marc klok #timnas Indonesia vs Nepal #peluang timnas Indonesia #Saddil #shin tae yong timnas