“Sejak tahun 2018 Asian Games dilakukan, selesai, dapat pujian banyak orang, baik dari dalam dan luar negeri, saya meyakini beliau potensial menjadi calon presiden di masa yang akan datang,” ujar Ray.
Pendiri Lingkar Madani (Lima) tersebut juga mengatakan, sejak menunjukkan eksistensi dalam Asian Games 2018 hingga kini Erick Thohir dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. Terlebih, Anggota Kehormatan Banser ini selalu berhasil menjawab tugas yang diberikan oleh Presiden Jokowi dengan baik, seperti Ketua TKN Jokowi-KH. Ma’ruf Amin pada 2019, dan Menteri BUMN saat ini.
“Dan penerimaan publik akan Erick Thohir bagus, sampai sekarang,” tutur Ray.
Pernyataan Erick Thohir sebagai capres potensial, rupanya turut didukung dengan temuan ilmiah, yakni hasil survei nasional. Di mana dalam hasil survei terbaru yang dikeluarkan oleh Indikator Politik Indonesia, Ketum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) tersebut terus mengalami peningkatan elektabilitas.
Karena itu, Ray menyatakan Erick Thohir sebagai figur pemimpin yang unik dan memiliki daya tarik.
“Hasil survei ini sebetulnya makin menguatkan apa yang saya sebutkan itu tadi. Karena Pak Erick Thohir ini seperti iklan salah satu minuman, apapun makannya, minumnya itu,” jelas Ray.
Seperti diketahui, dalam hasil survei terbaru Indikator Politik Indonesia, yang dilakukan dalam rentang 11-21 Februari 2022, Erick Thohir mengalami peningkatan elektabilitas. Erick Thohir mengalami peningkatan elektabilitas dari 1,3% pada Desember 2021, menjadi 1,6% di Februari 2022, dalam top of mind pilihan presiden.
Selain itu, Erick Thohir juga dikatakan oleh Ray sebagai salah satu kandidat kuat di Pilpres 2024 yang punya basis pemilih tersendiri. Tentunya akan sangat berguna dalam menjalani kompetisi Pilpres 2024, untuk bisa meneruskan kepemimpinan Presiden Jokowi.
“Erick Thohir punya pemilih, yang dengan sendirinya dapat menutupi kekurangan siapapun calon presidennya,” tutup Ray. (*/rud/jay) Editor : Administrator