Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Petinju Hero Tito Sosok Pekerja Keras yang Tangguh

Lambertus Hurek • Sabtu, 5 Maret 2022 | 10:41 WIB
KENANGAN: Petinju Hero Tito (kiri) saat menghadapi Roy Roy Mukhlis dalam perebutan Sabuk Emas Kapolda Jatim di Surabaya, 6 November 2015. (ANTARA/M Risyal Hidayat)
KENANGAN: Petinju Hero Tito (kiri) saat menghadapi Roy Roy Mukhlis dalam perebutan Sabuk Emas Kapolda Jatim di Surabaya, 6 November 2015. (ANTARA/M Risyal Hidayat)
MALANG - Petinju nasional asal Malang Hero Tito yang meninggal dunia pada Kamis (3/3) setelah menjalani perawatan selama lima hari di Rumah Sakit Mitra Keluarga, Kelapa Gading, Jakarta, dikenal sebagai sosok pekerja keras.

Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat, mengatakan bahwa Hero Tito yang memiliki nama asli Heru Purwanto tersebut merupakan sosok yang patut diteladani. "Hero Tito ini merupakan sosok yang perlu diteladani. Ia adalah seorang pekerja keras, dari kecil sampai saat ini Ia sangat mencintai profesinya," kata Sofyan Edi.

Sofyan Edi menambahkan Hero Tito juga merupakan sosok yang sangat sopan dan baik kepada semua orang. Ia bertemu dengan Hero Tito pada saat peresmian The Lion Boxing di Kecamatan Sukun, Kota Malang beberapa waktu lalu.

Saat itu, Hero Tito mengajak dirinya untuk foto bersama pada saat peresmian sasana tinju tersebut. Ia menilai Hero Tito mampu mengharumkan nama wilayah Malang di kancah internasional dengan prestasi yang diraihnya.

"Tanpa rasa cinta terhadap profesi dan kerja keras yang dilakukan dengan sungguh-sungguh, sulit rasanya untuk menggapai (prestasi) itu," ujarnya.

Sofyan Edi juga berpesan kepada keluarga, istri dan anak almarhum Hero Tito agar bisa mengikhlaskan kepergian petinju nasional itu. Ia berharap almarhum diberikan yang terbaik dan keluarga diberikan kekuatan untuk tetap tabah.

"Saya juga berbesan kepada istri dan keluarganya agar ikhlas dan sabar. Ini semua dilakukan demi anak, istri dan keluarga," tambahnya.

Hero Tito meninggal dunia pada Kamis (3/3) pukul 16.45 WIB setelah sempat menjalani perawatan selama lima hari di Rumah Sakit Mitra Keluarga, Kelapa Gading, Jakarta. Hero mengalami pembengkakan otak setelah laga melawan James Mokoginta.

Hero yang dijuluki The Lion itu berduel lawan Mokoginta di Holiwings Gatsu Club V, Jakarta, pada Minggu (27/2). Hero terkena pukulan telak pada ronde ketujuh untuk memperebutkan gelar lowong Asosiasi Tinju Indonesia (ATI) kelas ringan (61,2 kg).

Hero kemudian dibawa ke rumah sakit dan dilaporkan mengalami koma selama lima hari di Rumah Sakit Mitra Keluarga, Kelapa Gading. Pada Kamis (3/3), Hero dinyatakan meninggal dunia usai menjalani perawatan dan kemudian jenazahnya dibawa ke Kabupaten Malang.

Sebelum dimakamkan, jenazah Hero disemayamkan terlebih dahulu di rumah duka yang berada di Desa Banjarejo, Kecamatan Pakis. Jenazah petinju nasional itu dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dusun Sindurejo, Desa Banjarejo, pada Jumat (4/3).

Hero Tito melakoni debut profesional sejak 28 Februari 2004 dan tercatat telah bertanding sebanyak 48 kali. Dari total pertandingan itu, 29 di antaranya dimenangi oleh Hero, dua kali imbang dan 17 kali kalah. (antara/rek) Editor : Lambertus Hurek
#rekam jejak petinju hero tito #prestasi hero tito petinju malang #hero tito mati di atas ring #petinju hero tito meninggal