"Kami merasa bangga atas prestasi atlet. Semoga mereka juga bangga menggunakan baju Jawa Timur ini. Untuk bisa berada di sini adalah suatu capaian yang sangat hebat. Bisa mewakili Jawa Timur dan ternyata betul mencetak prestasi nasional. Dan, kita tahu banyak berkiprah di tingkat internasional. Ini suatu yang harus disyukuri kita semua," terang Emil.
Kadispora Jatim Pulung Chausar yang turut hadir dalam acara penyerahan apresiasi untuk para pahlawan olahraga tersebut mengatakan, pencairan bonus akan dilakukan dalam dua termin. Termin pertama diterima atlet pada bulan Februari ini. Nilainya 33 persen dari total bonus yang didapatkan masing-masing atlet. Sedangkan sisanya diberikan pada triwulan terakhir pada 2022.
Salah satu atlet dari cabang olahraga Paralayang Jatim, Jafro Megawanto, ikut menerima bonus dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur. Jafro menjadi salah satu tumpuan Jatim di PON Papua 2021. Ia mengoleksi 2 emas, 2 perak, dan 1 perunggu. Mayoritas medali ia dapatkan di nomor beregu atau duo.
Prestasi itu membuat pundi rupiahnya bertambah. "Alhamdulillah, bonus ini akhirnya cair. Terima kasih untuk Pemprov Jatim," kata atlet asal Kota Batu tersebut.
Pencairan bonus untuk atlet Jatim memang tidak secepat daerah lainnya. Namun, Jafro tidak mempermasalahkannya. Ia sadar bahwa pandemi Covid-19 masih belum usai. Sehingga pos anggaran memang lebih dipriopritaskan untuk sektor kesehatan dan sosial. "Saya sebagai atlet juga menyadari kondisi masih seperti ini (pandemi, red)," ungkap Jafro. (sam/rak) Editor : Lambertus Hurek