“Melihat beliau mengadakan kegiatan-kegiatan yang langsung menyentuh kepada mahasiswa. Saya kira penghargaan terhadap generasi muda sangat luar biasa,” ujar Dr. Evi dalam seminar nasional bertajuk Menyongsong Era Baru Ekonomi: Strategi Pemerintah dalam Transformasi Digital dan SDM Menuju 5 Besar Kekuatan Ekonomi Dunia, di IAIN Ponorogo.
Dalam beberapa pekan ke belakang, Erick yang juga Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) itu kerap diundang menjadi pemateri dan mengisi seminar-seminar nasional di kampus-kampus Indonesia. Mulai dari Universitas Sumatera Utara (USU) Medan, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Universitas Lampung (Unila) hingga IAIN Ponorogo.
Semua itu dilakukan oleh Erick sebagai upaya mendorong generasi muda agar lebih adaptif dan savvy teknologi menghadapi disrupsi global.
Tak berhenti sampai di situ, Dr. Evi juga menilai, transformasi dan inovasi yang dilakukan oleh Erick telah terbukti membawa dampak positif yang sangat signifikan. Evi ykin itu merupakan langkah konkret Erick untuk membuat Kementerian BUMN menjadi lebih baik ke depannya.
“Ketika Pak Erick menggabungkan beberapa perusahaan itu sangat luar biasa. Itu adalah salah satu trick bagaimana kemudian BUMN saat ini menjadi lebih baik dari sebelumnya,” tambah Dr. Evi.
Di bawah Erick Thohir, Kementerian BUMN memang terus mendapatkan apresiasi positif. Selain karena berhasil meningkatkan laba bersih BUMN dari Rp 13 triliun menjadi Rp 61 triliun, sejumlah program dan kebijakan Erick berdampak positif terhadap masyarakat, seperti PNM-Mekaar, Makmur-Pupuk Indonesia, hingga KUR-Himbara.
Erick juga berhasil melakukan ‘bersih-bersih’ di BUMN dengan melaporkan kasus dugaan tindak pidana korupsi di tubuh PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Serta berhasil mengungkap mega skandal korupsi di PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) dan PT ASABRI (Persero) dengan nilai kerugian hingga Rp 39,58 triliun. (*/rud/jay) Editor : Administrator