Pertandingan yang bakal berlangsung di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (6/11), merupakan pertandingan ke-11 mereka dalam 10 tahun terakhir. Dari 10 pertemuan tersebut, Arema FC yang lebih unggul dengan enam kemenangan berbanding tiga. Jumlah pertandingan antara keduanya dalam 10 tahun terakhir memang tidak banyak. Hal itu terjadi karena Persebaya sempat dibekukan PSSI karena dianggap mengikuti kompetisi yang tidak sah.
Selepas pertandingan di Piala Gubernur Jatim 2013, Arema FC tak lagi jumpa dengan rival abadinya tersebut hingga tahun 2018. Persebaya sendiri harus memulai ulang kompetisi dari kasta kedua, setelah pembekuan dari PSSI dicabut pada 2017.
Tetapi, klub berjulukan Green Force tersebut, bisa langsung naik kasta semusim berselang. Namun, pertemuan pertama mereka setelah sekian lama itu justru terjadi di turnamen pramusim Piala Gubernur Kaltim 2018. Saat itu, Arema FC berhak melaju ke final turnamen setelah mengalahkan Persebaya 2-0 di partai semi-final. Sayangnya, mereka gagal meraih trofi setelah ditumbangkan Sriwijaya FC di partai puncak.
Walaupun secara klasemen lebih unggul, Arema FC wajib mewaspadai permainan Persebaya Surabaya. Sebab, dalam dua pertemuan terakhir anak asuh Aji Santoso tersebut berhasil menyapu bersih kemenangan. Apalagi dalam dua pertemuan terakhir tersebut, Arema FC selalu kebobolan empat gol. Kepiawaian Adilson Maringa yang telah mencatatkan lima kali cleansheet, tentu akan sangat diandalkan untuk menahan gempuran Persebaya.
Tetapi Persebaya merupakan tim tersubur dengan pencapaian 17 gol sebelum pekan ke-11 Liga 1 2021/22 bergulir. Trio Jose Wilkson, Taisei Marukawa dan Ricky Kambuaya mencetak lebih dari 70% gol tim musim ini.
Ketajaman ketiganya bakal jadi tumpuan utama Persebaya untuk melanjutkan tren positif tersebut. Tetapi Arema FC tentu tak ingin menodai rekor tak terkalahkan dalam tujuh laga terkini. Saat ini Arema memang menjadi salah satu tim yang paling sedikit kebobolan. Dari sepuluh pertandingan mereka baru kebobolan tujuh gol. Torehan tersebut hanya kalah dari PSIS Semarang dan Persib Bandung yang masing-masing kemasukan enam gol.
Menghadapi tim dengan pertahanan kuat, justru Aji Santoso makin bersemangat. Ia ingin membuktikan bahwa timnya adalah yang paling tajam. ”Memang Arema punya pertahanan kuat. Kipernya juga bagus. Tapi jangan lupa, Persebaya adalah tim yang paling produktif cetak gol. Jadi saya rasa tidak ada masalah,” ungkap Aji.
Tim kebanggaan arek-arek Suroboyo memang paling subur diantara kontestan Liga 1 lainnya. Dari sepuluh pertandingan, Persebaya telah 17 kali membobol gawang lawan. Bahkan di setiap pertandingan seri kedua, Taisei Marukawa dkk selalu berhasil membobol gawang lawan. Terakhir Persebaya absen mencetak gol adalah kala melawan Bhayangkara FC di seri pertama lalu. (pps/sam/rak)
Head to Head
(17/02/2020) Persebaya Surabaya 4-2 Arema FC 4-2
(12/12/2019) Persebaya Surabaya 4-1 Arema FC 4-1
(15/08/2019) Arema FC 4-0 Persebaya Surabaya 4-0
(12/04/2019) Arema FC 2-0 Persebaya Surabaya 2-0
(09/04/2019)Persebaya Surabaya 2-2 Arema FC
(06/10/2018) Arema FC 1-0 Persebaya Surabaya
(06/05/2018) Persebaya Surabaya 1-0 Arema FC Editor : Lambertus Hurek