Pegulat kelahiran 6 September 1997 itu masuk GOR Futsal Dispora, Merauke, sebagai favorit juara dalam kelas terberat yang dipertandingkan pada nomor gaya bebas.
Juara PON 2016 itu bertemu wakil Jawa Tengah Ahmad Umar Maulana setelah menyintas babak kualifikasi dengan format setengah kompetisi dan semifinal.
Pada partai puncak kedua pegulat langsung tampil agresif saling serang, namun Dimas lebih dulu unggul poin setelah memaksa lawannya ke luar lingkaran.
Ahmad Umar lagi-lagi tidak mampu membendung kekuatan sang juara bertahan yang untuk kedua kalinya memaksa dia ke luar lingkaran. Pada akhir babak pertama Dimas mendapatkan tambahan dua poin lewat kuncian demi menang mutlak atas wakil Jawa Tengah.
"Lawannya berat, lawannya kuat, tapi alhamdulillah dapat medali emas," kata Dimas setelah dikalungi medali emas.
Dimas telah berlatih sejak 2017 untuk mempersiapkan diri ke pesta olahraga empat tahunan kedua yang dia ikuti membela Jawa Timur.
Menyandang status juara bertahan, Dimas tak ingin lengah membiarkan medali emas jatuh ke tangan lawan-lawannya. "Ada tekanan sebagai juara bertahan. Kita harus mempertahankan apa yang sudah kita miliki. Lebih sudah mempertahankan daripada merebut," kata Dimas.
Setelah PON Papua, Dimas berkeinginan melanjutkan kompetisi ke ajang yang lebih tinggi seperti SEA Games Hanoi tahun depan. "Kalau kelasnya ada, mungkin saya ikut (SEA Games)," kata Dimas. Dengan kemenangan Dimas, Jawa Timur kini mengoleksi lima medali emas dari gulat.
Sebanyak 18 medali emas diperebutkan dalam perhelatan cabang olahraga gulat PON Papua yang akan memainkan nomor gaya bebas dan Greco-Roman di GOR Futsal Dispora, Merauke, selama sepekan pada 8-14 Oktober. (kjt/rak) Editor : Lambertus Hurek