Ketua KPU Surabaya Nur Syamsi menegaskan, logistik pilwali sudah terdistribusi dan diterima KPPS paling lambat Selasa, 8 Desember pukul 24.00 WIB. “Alat pelindung diri disimpan di tempat yang aman. Semua dalam pengawalan aparat kepolisian dan pengawas,” tegasnya.
Pihaknya juga memonitor pergerakan logistik di tiap kecamatan. KPU juga telah berkoordinasi dengan Pemkot Surabaya agar memperbaiki beberapa ruangan di kecamatan yang rawan terdampak cuaca.
"Kami memastikan agar penyimpanannya tidak di tempat rawan saat musim hujan seperti terjadi bocor di ruangan hingga banjir. Seperti di Wonokromo, Semampir, dan Gayungan, kami telah meminta agar ada pembenahan yang bocor. Dan, semua sudah diberesi,” ungkapnya.
Sementara itu, Bawaslu Kota Surabaya mewanti-wanti KPU Kota Surabaya untuk lebih memperhatikan distribusi logistik, khususnya surat suara. Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kota Surabaya Hadi Margo Sambodo mengatakan, yang menjadi perhatian adalah penyimpanan logistik di kecamatan. Harus aman dari gangguan cuaca karena saat ini musim hujan.
"Kedua, potensi kebakaran. Ketiga, potensi keamanan. Ingat, tidak semua orang bisa mengakses tempat penyimpanan atau gudang logistik pilwali," katanya.
Bawaslu juga mengimbau pihak keamanan, baik kepolisian maupun linmas, untuk ikut mengamakan logistik serta tahapan pemungutan suara. (rmt/rek) Editor : Administrator