SURABAYA - Aksi membela Walikota Tri Rismaharini (Risma) sekaligus menangkan Calon Walikota Surabaya nomor urut 2 Machfud Arifin (MA) menggetarkan Kota Pahlawan. Pasalnya, aksi ini adalah bentuk pembelaan masyarakat Kota Surabaya atas video nyanyian "Hancurkan Risma" yang tengah viral saat ini.
Dalam aksi ini, emak-emak Kota Surabaya menyanyikan lagu "Bela Bu Risma Menangkan MA" sebagai bentuk perlawanan terhadap lagu yang viral tersebut. Di kesempatan ini, seorang Emak-emak bernama Hj Lis Zayanah Ismail menyatakan tidak terima jika tokoh pemimpin Kota Surabaya seperti Tri Rismaharini dan Machfud Arifin harus menerima dampak atas video tersebut.
Ia kemudian menjelaskan bahwa Walikota Surabaya saat ini yakni Risma telah banyak berbuat untuk memajukan Kota Pahlawan. Sehingga, sudah sepatutnya masyarakat mengapresiasi apa yang telah dilakukan.
Sedangkan, di kontestasi Pilwali 2020 saat ini, Suprihatin melihat, Machfud Arifin dinilai sangat layak untuk meneruskan kepemimpinan Risma. Namun, karena beredar luasnya video tersebut akibat ulah oknum tak bertanggung jawab yang mengatasnamakan relawan Machfud Arifin, masyarakat kemudian berpikiran buruk terkait Tokoh Pemimpin Surabaya yang dikenal peduli ini.
"Bu Risma dan Pak Machfud Arifin adalah putra dan putri terbaik Kota Surabaya, mereka sama-sama berjuang agar Kota Surabaya menjadi lebih baik dan maju dari sebelumnya, jadi kami tidak terima jika ada oknum yang ingin membenturkan keduanya," ujar Hj Lis.
Tak jauh berbeda, seorang warga lainnya yakni M. Hari mengatakan baik Risma dan MA adalah pemimpin yang memiliki banyak kesamaan. Keduanya berjuang untuk Kota Surabaya lebih maju dari saat ini.
Bahkan, Hari menjelaskan keduanya memiliki kesemaan dan sifat dan kepemimpinan. Oleh karenanya, ia menilai Machfud Arifin sangat layak untuk memimpin Kota Surabaya melanjutkan Tri Rismaharini.
"Keduanya sama-sama tegas dalam memimpin, cerdas dan berpengalaman. Mereka peduli terhadap Kota Surabaya terutama masyarakat kecil, karena Bu Risma sudah tidak bisa maju lagi kita harus mencari penerusnya dan yang pikir sangat layak yaitu Pak Machfud Arifin," singkatnya.
Lebih jauh, Emak-emak Kota Surabaya yaitu Suprihatin mengatakan berkat kepemimpinan Risma Kota Pahlawan menjadi lebih baik dari sebelumnya. Tapi apa yang telah diperbuat seperti membangun taman-taman yang indah sehingga diakui oleh dunia internasional ini harus dijaga dan dirawat oleh pemimpin selanjutnya.
Jika perlu apa yang telah diperbuat oleh Risma di Kota Surabaya perlu ditingkatkan dan dilanjutkan jika terdapat sisi Kota Pahlawan yang belum tersentuh. Karena itu, di masa mendatang dibutuhkan penerus yang berkompeten dalam memimpin.
"Alhamdulillah masyarakat Kota Surabaya tidak dipusingkan dalam pilwali kali ini, karena hanya ada dua kandidat dan saya melihat yang dapat melanjutkan kepemimpinan ini hanyalah Pak Machfud Arifin," kata dia.
Oleh karenanya, Suprihatin tidak terima jika terdapat oknum dari PDI Perjuangan yang hendak melakukan politik adu domba terhadap kedua pemimpin tersebut.
Sebagaimana diketahui, hal ini juga berawal dari oknum PDI Perjuangan yang mendukung paslon nomor urut 1 membuat video nyanyian hancurkan Risma di Surabaya yang bertujuan memecah belah hubungan baik Tri Rismaharini dan Machfud Arifin.
Untuk itu, aksi ini dilakukan dengan tujuan menjaga putra dan putri terbaik Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Machfud Arifin dari politik adu domba yang dilakukan oleh PDI Perjuangan. (*)
Editor : Administrator