Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Bajing Loncat Kuras Kontainer Isi Bola Lampu Senilai Rp 1,5 Miliar

Administrator • Jumat, 20 Maret 2020 | 22:53 WIB
Bajing Loncar Kuras Kontainer Isi Bola Lampu Senilai Rp 1,5 Miliar
Bajing Loncar Kuras Kontainer Isi Bola Lampu Senilai Rp 1,5 Miliar



SURABAYA - Kawanan bajing loncat berhasil membawa lari satu kontainer bola lampu (bolam) yang dikirim dari pabrik di kawasan Buduran, Sidoarjo, menuju ke Pelabuhan Tanjung Perak. Setelah penyelidikan, polisi berhasil menangkap empat tersangka komplotan ini.


Mereka adalah Kasino, 46, warga Dusun Ngemplak Wonoayu Ceper RW 6, Desa Mojotengah, Menganti, Gresik, Syahroni, 43, warga Bangkalan, Madura. Dua tersangka lagi, Bekti Santoso, 43, warga Jalan Pulo Tegalsari VB, Wonokromo, dan tersangka Imam Syafi'i, 43, warga Kedungmangu Gang Rela, Sidotopo Wetan, Kenjeran.


Polisi masih mencari keberadaan empat tersangka lain yang salah satunya menjadi otak pencurian bolam ini. Tersangka berinisial M tidak ditemukan saat ditangkap di rumahnya di Surabaya.


Sedangkan truk trailer dan kontainer yang sudah dalam keadaan kosong diketahui terparkir di Jalan Ahmad Yani, Gedangan. "Isinya sudah habis dicuri. Kerugian yang dialami korban mencapai Rp 1,5 miliar. Modusnya, pelaku ini melamar sebagai sopir agar bisa membawa lari muatan," kata Irwasda Polda Jatim Kombes Pol Awi Setiono.


Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Dimas Ferry Anuraga mengatakan, kejadian tersebut bermula dari laporan pabrik yang mengetahui truk bermuatan bolam tidak ada di Pelabuhan Tanjung Perak. Pencarian dilakukan dan ditemukan truk beserta kontainernya di pinggir jalan. "Saat kami periksa, kontainer dalam keadaan kosong. Isinya sudah hilang," katanya.


Penyelidikan awal dilakukan terhadap sopir truk berinisial M. Namun, ketika dicari di rumahnya, pelaku M sudah tidak ada di sana. Polisi akhirnya menyelidiki ke teman-teman M dan ditemukan Kasino sebagai temannya.


Polisi langsung saja menangkap Kasino. Dari pengakuan Kasino, polisi mengamankan tersangka Syahroni, Bekti, dan Imam. "Kami amankan secara berurutan. Dari pengakuan mereka otak pencurian adalah M yang juga sebagai sopir truk tersebut," ungkapnya.


Hasil penyidikan di lokasi, mereka awalnya mendapat ide tersebut dari M. pria tersebut merencanakan hendak mencuri bolam dengan cara menyamar sebagai sopir. Tersangka M kemudian melamar menjadi sopir truk dan kemudian mendapat muatan bolam tersebut.


Sementara tersangka yang lain mendapat peran membantu aksi tersebut. "Ada yang bagian mengantar barang curian hingga mencari gudang untuk menguras isi kontainer," terangnya.


Setelah semua siap, M mengambil bolam. Kemudian truk tidak mengarah ke Pelabuhan Tanjung Perak, melainkan ke sebuah gudang di wilayah Gedangan. Muatan bolam ini dipindahkan ke truk yang sudah disiapkan dalam gudang kemudian ada yang menaruh truk dan kontainer di pinggir jalan.


Sementara pelaku lainnya menjual barang curian tersebut. "Kami cek ke gudang sudah tidak ada muatan tersebut dan langsung di lempar ke pembeli," tuturnya.


Lulusan terbaik Akpol 2008 ini mengungkapkan, diduga sudah ada yang siap menerima lampu tersebut. Dari hasil penyelidikan, tersangka M ternyata residivis kasus yang sama di Jakarta. Ia juga memiliki komplotan yang sama namun lebih sedikit.


Sementara komplotan di Surabaya ini sampai delapan orang. "Masing-masing mengaku mendapat bagian Rp 150 juta. Peran masing-masing tersangka bervariasi intinya membantu pencurian ini," katanya. (gun/rud)

Editor : Administrator
#polres tanjung perak